TANJUNG-PANDAN-- Saat ini krisis terhadap perilaku yang baik,penduduk yang produktif lebih besar jumlahnya yakni  keadaan di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk non produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun), apabila bonus penduduk ini tidak hebat, tidak cerdas,tidak berakhlakul karimah maka bonus demografi itu justru akan menjadi bencana.

Demikian diungkapkan oleh Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat memberikan sambutan pada acara Forum Anak Daerah Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Golden Tulip Jumat (26/4/2019).

Acara yang berlangsung selama tiga hari sejak Rabu-Jumat (24-26/4/2019) ini dihadiri sebanyak 70 anak yang merupakan perwakilan dari Forum Anak Kabupaten/Kota se-Bangka Belitung dan tiap Kabupaten/Kota didampingi oleh satu orang fasilitator . 

Dijelaskan Susanti, acara ini bertujuan untuk membangun karakter dan seleksi perwakilan Forum Anak untuk mengikuti kegiatan Forum Anak tingkat Nasional dan melalui acara ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak karena peserta di Forum Anak Bangka Belitung ini diharapkan bisa menjadi Pelopor (teladan) menjadi contoh dan Pelapor untuk melaporkan setiap tindak kekerasan yang terjadi di lingkungannya. 

"Kalian disini perlu mengetahui apa saja hak-hak anak sesuai Konvensi Anak Dunia, karena kalian merupakan wadah partisipasi anak yang akan menyuarakan tentang bagaimana pemenuhan hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan bagaimana hak partisipasi" jelasnya.

Ditambahkan Susanti, Forum Anak juga merupakan wadah partisipasi anak untuk memberi suara dan saran kepada pemerintah, misalnya anak-anak tidak ingin terlalu banyak PR dari sekolah, ingin jalan bagus dan memiliki penerangan, fasilitas jalan menuju ke sekolah bagus dan aman, ingin ada ruang bermain yang ramah anak dan lain sebagainya. 

"Saya harap anak-anak yang berkumpul disini tidak hanya cerdas dan sehat namun juga berakhlakul karimah dan memiliki budi pekerti luhur,serta bersifat jujur, ibarat mata uang, dimanapun kita berada, diposisi apapun kita berada jujur itu perlu, disiplin, memiliki mimpi-mimpi dan harapan, visioner, serta berusaha untuk mencapainya, pandai komunikasi dan bekerja sama" harapnya.

Susanti menekankan forum anak harus menjadi pelopor, tidak kawin muda, tidak narkoba tidak seks bebas, menjadi anak yang berakhlakul karimah dan Pemerintah Provinsi akan memperbaiki sistem pengelolaan Forum Anak ini, nanti kabupaten kota akan mengganggarkan dan Provinsi akan menambah waktu selama 3 malam, tahun depan akan diselenggarakan di Beltim.

Pada acara forum anak ini juga diadakan games-games untuk merangsang kreatifitas dan kerjasama diantara peserta serta dilakukan pemilihan peserta dengan kategori seperti peserta terpavorit jatuh kepada Fatur, peserta ter visioner Muhammad Saddam, peserta Motivator terbaik Safira Hardianti, peserta Multitalent Dinar, dan kategori peserta paling disiplin jatuh pada Chiranda.