Pangkalpinang - Sedikitnya ada tiga isu besar disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat berdialog dengan Forum Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Isu tersebut di antaranya, tingginya angka pernikahan usia anak.
Sementara dua isu lainnya yakni, mengenai adanya anak-anak berhenti sekolah (Drop Out) dan adanya aktivitas anak di daerah tambang inkonvensional.
"Dampak dari adanya aktivitas anak di pertambangan tersebut, membuat anak-anak berhenti sekolah," kata Asyraf saat berdialog dengan Forum Anak Bangka Belitung, di DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis sore (31/3/2022).
Hadir saat dialog, Fasilitator Forum Anak Bangka Belitung Merinda, Ketua Forum Anak M Hafidz Al Farid, Sekretaris Zauyin dan anggota Sellysia Tanujaya. Sementara Wakil Forum Anak Sheila Rahayu belum sempat hadir.
Sebelumnya, Forum Anak ini mengikuti kegiatan zoom meeting Rapat Persiapan Focus Group Discussion (FGD) Verifikasi Tahap III Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menyinggung mengenai tiga persoalan anak tersebut, Asyraf berharap anak-anak di Forum Anak bisa membantu mencari solusi dan mengedukasi anak-anak agar tidak melakukan pernikahan usia anak dan kembali bersekolah.
"Forum Anak juga bisa mengedukasi agar tidak terjadi tindak kekerasan terhadap anak. Kebanyakan kasus kekerasan terjadi pada anak perempuan," jelasnya.
Selain itu, Asyraf juga berharap Forum Anak ikut berpartisipasi dalam musrenbang. Persoalan terkait anak bisa disampaikan dalam forum musrenbang tersebut. Mengenai mekanisme penyampaian pesan bisa langsung dan bisa juga melalui tulisan.
Asyraf mengatakan, pembangunan tidak hanya bersifat fisik. Untuk itu, Forum Anak juga bisa memberikan saran untuk pembangunan non fisik demi terpenuhi kebutuhan anak.
"Forum Anak bisa membuat pola kerja. Diharapkan bisa membentuk Forum Anak hingga tingkat desa," harapnya.