Pangkalpinang - Program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) memiliki peran strategis. Terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, program keluarga berencana penting, khususnya dalam menghadapi dinamika kependudukan serta tantangan pembangunan tahun ini.
"Berbagai tantangan masih kita hadapi," kata Asyraf saat kegiatan Monitoring Rapat Koordinasi Program Bangga Kencana Tahun 2026, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Bangka Belitung, Selasa (14/4/2026).
Menurut Asyraf, beberapa tantangan tersebut di antaranya, terkait pengendalian laju penduduk, penurunan prevalensi stunting, peningkatan kualitas keluarga serta pemerataan akses pelayanan keluarga berencana.
Pemerintah sebagai pelayan masyarakat, jelas Asyraf, punya tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan, memperbaiki situasi serta mengusahakan segala upaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini berperan penting mengatasi berbagai masalah sumber daya manusia melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan," jelasnya.
Pengendalian jumlah dan jarak kelahiran, kata Asyraf, membantu menciptakan keluarga yang lebih siap secara ekonomi, kesehatan dan pengasuhan, sehingga anak-anak dapat tumbuh maksimal.
Mengenai peningkatan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, edukasi keluarga serta pembinaan ketahanan keluarga, menurut Asyraf, semua itu dapat mendorong terbentuknya generasi sehat, cerdas dan produktif.
"Implementasi program ini menjadi salah satu kunci menciptakan penduduk berkualitas dan berdaya saing untuk pembangunan nasional. Keberhasilannya ditentukan kolaborasi yang kuat semua pihak," ungkapnya.
Sementara Yudi Rafani, Penata Kependudukan dan KB Ahli Madya Perwakilan kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, hingga Desember 2025 sudah ada 393 jumlah kampung KB.
Kampung KB terbanyak ada di Kabupaten Bangka, yakni terdapat 81 kampung KB. Yudi menjelaskan, sedangkan di Kabupaten Belitung ada di 49 desa, Kabupaten Bangka Selatan 53 desa.
"Selain itu ada 63 kampung KB di Kabupaten Bangka Tengah, di Kabupaten Bangka Barat 66 desa, Beltim 39 desa, sedangkan di Pangkalpinang 42 kelurahan," jelasnya.