Sebagian besar indikator capaian program (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) KKBPK di Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur sudah meningkat. Demikian hasil evaluasi dan pembinaan Kampung KB yang dilakukan oleh tim DP3ACSKB saat mengunjungi Desa Batu Penyu Senin (10/12/2018) yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur, Kepala Desa Batu Penyu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta anggota POKJA Kampung KB.

Desa Batu Penyu sendiri dibentuk sebagai Kampung KB pada tahun 2017 dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan Program KKBPK.

"Masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan yakni mengenai kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM)" jelas Murniyati Kasi Pemberdayaan Perempuan Bidang Sospolhuk DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sudah ada beberapa kegiatan intervensi yang dilakukan diantaranya pelatihan budidaya lebah madu, penyuluhan KB, pelayanan KB, promosi pelayanan kesehatan dan KB, gotong royong serta pembagian paket sembako. Di Desa Batu Penyu ini anggaran berasal dari APBN, APBD, dana desa berupa honor kader, sedangkan dana dari corporate social responsibility (CSR) belum dimanfaatkan.

Dari hasil evaluasi juga terlihat bahwa pengetahuan dan pemahaman kader tentang program KKBPK masih perlu ditingkatkan sehingga kader dapat lebih aktif lagi terlibat dalam pelaksanaan program. Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) juga belum dibentuk, namun pelaku Industri Rumah Tangga(IR) sudah terdata namun masih dalam tahap pemula dan butuh pembinaan lebih lanjut agar dapat berkembang.

"Untuk data kependudukan di Desa Batu Penyu, sudah 100% untuk capaian kepemilikan kartu keluarga, akta kelahiran 0-18 tahun dan akta kematian" jelas Amarullah Kabid Dukcapil DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun untuk kepemilikan kata perkawinan perorangan baru sebesar 64, 90%.