PANGKALPINANG-- Saat ini, sebagai orangtua kita sangat peduli terhadap gaya hidup remaja dimana remaja saat ini lebih suka mendengar nasihat dari teman sebaya daripada orangtua, untuk itulah acara pelatihan konselor ini merupakan sebuah keniscayaan.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Ahli Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Syahruddin saat membuka acara Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Bangka City Senin (5/8/2019). 

"Kepada adek-adek yang menjadi konselor sebaya ini diharapkan bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan kemudian menjalankan tugas baru sebagai konselor bagi teman sebaya yang memberikan arahan positif menjadi pelopor generasi berencana" ungkapnya.

Syahruddin juga menegaskan bahwa pengendali itu ada pada diri masing-masing, guru dan orangtua hanya memberikan pengertian tentang hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan.

"Dengan mengikuti pelatihan ini secara serius saya harap adek-adek bisa menyerap semua ilmu disini dan melakukan inovasi sehingga generasi muda bisa menjadi generasi muda yang sesuai dengan harapan bangsa dan dicita-citakan oleh orang tua kita", tambahnya.

Syahruddin juga menyebutkan bahwa Bangka Belitung nomor tiga tertinggi perkawinan anak se Indonesia, beliau pun menghimbau bahwa pernikahan dini itu sesaat saja enaknya, setelah itu tidak jelas, pekerjaan belum punya,oleh karena itu kejarlah cita-cita setinggi mungkin setelah mantap dan memiliki pekerjaan tetap dan usia telah cukup usia menikah maka baru lah pikirkan mengenai pernikahan.

"Saat ini perkembangan narkoba juga sudah tidak hanya berbentuk pil saja,ada yang berupa permen, mainan, rokok yang bisa dihisap, kita harus bisa memberitahukan ke teman-teman bahaya nya narkoba dan jangan coba-coba, jangan dekati narkoba"pungkasnya.

Pada kesempatan ini Syahruddin menjelaskan bahaya seks bebas yang bisa menghancurkan masa depan terutama anak perempuan yang seharusnya memiliki masa depan yang lebih baik.

"Jangan pacaran berdua-duaan di tempat sepi dak gelap,jangan sampai membuat orang tua malu dan masa depan kita hancur", imbaunya.

Syahruddin berharap mudah-mudahan dengan mengikuti acara ini bisa membentengi diri sendiri dan memberikan ilmu kepada kawan, teman dan adek-adek kita untuk mengatakan tidak pada pernikahan dini, seks bebas dan  tidak pada narkoba.

Indrawadi selaku ketua panitia menyebutkan tujuan dilakukan pelatihan konselor sebaya ini yaitu mencetak konselor sebaya yang bersih, tertib dan mandiri (Berteman),  mencetak konselor yang mampu menyampaikan informasi dan memberikan konseling kepada teman sebaya,  serta mencetak konselor yang memiliki pengetahuan dan pemahaman lebih mendalam sebagai konselor.  

Acara pelatihan konselor ini diikuti oleh kurang lebih 60 pelajar remaja (SMP/SMA) perwakilan dari tujuh kabupaten/kota se-Bangka Belitung.