Belitung - Perempuan merupakan sumber daya sangat penting bagi bangsa. Jumlah perempuan setengah dari populasi masyarakat Indonesia. Sedangkan jumlah anak ada sekitar sepertiga dari jumlah populasi di Indonesia.
Demikian disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Kegiatan Bimtek Fasilitator Daerah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), di Tanjung Pandan, Senin (25/9/2023).
"Adapun jumlah perempuan dan anak ada sekitar 65 persen atau dua pertiga dari total penduduk. Dari jumlah data tersebut 43 persen perempuan dan anak berada di desa," ungkapnya.
Berangkat dari data tersebut, jelas Asyraf, potensi sumber daya perempuan dan anak di desa harus dioptimalkan. Ini merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.
Implementasi pemberdayaan perempuan tersebut, tegas Asyraf, diperkuat dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2020 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan daerah.
"PUG merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan fungsional semua instansi dan lembaga pemerintah pusat dan daerah," jelasnya.
Lebih jauh Asyraf mengharapkan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus berlangsung sampai tingkat desa. Sebab desa merupakan wilayah paling pontesial dalam menyelenggarakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
"Bimtek ini dimaksudkan untuk menciptakan fasilitator daerah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Bangka Belitung. Selain itu meningkatkan kompetensi fasilitator," tegasnya.
Kegiatan ini secara langsung menghadirkan pemateri dari Kementerian PPPA RI dan Fasilitator Nasional Kementerian PPPA RI.