Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menekankan agar segera membuat Surat Keputusan (SK) kelompok kerja (Pokja) Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).
"Kampung berkualitas harus ditunjang dari berbagai aspek," ungkap Asyraf saat Rapat Tim Integrasi Sektor/Pokja Kampung KB, di DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (4/10/2022).
Hadir saat rapat tersebut perwakilan dari DP3ACSKB, BKKBN, Bappeda, Bakuda, DinsosPemdes dan Dinkes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun kegiatan ini juga akan melibatkan sejumlah dinas, instansi dan lembaga lainnya.
Asyraf menambahkan, dikarenakan ini merupakan kegiatan lintas sektor, maka bisa menyelenggarakan kegiatan yang serupa di Kampung KB tersebut. Kegiatan ini harus dikawal dengan baik, sehingga bisa berjalan lancar.
"Nanti anak-anak di Kampung KB punya Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu, di Kampung KB tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini ada hubungannya dengan kegiatan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak," jelasnya.
Sementara Drs. Zulwardi Batubara Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, ada ciri pembentukan Kampung KB. Contohnya, tugu sebagai identitas daerah tersebut merupakan Kampung KB.
Lebih jauh ia menjelaskan, tidak ada pembatasan kegiatan di Kampung KB. Misalnya Dinas Pendidikan punya kegiatan memberantas buta huruf atau kelompok belajar, maka itu bisa dilaksanakan di Kampung KB.
"Diharapkan kegiatan tersebut tentunya tidak keluar dari penganggaran kegiatan instansi," ungkapnya.