Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyinggung soal capaian target kinerja pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil Disdukcapil kabupaten/kota. Bagi yang Capaian kinerja masih rendah disarankan membuat inovasi. 

Hal tersebut disampaikan saat Rapat Teknis Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Terkait Sinkronisasi Laporan Adminduk Disdukcapil Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Sun Hotel, Rabu (6/3/2024).

"Disdukcapil yang capaian target kinerja pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil masih rendah, bisa mencontoh inovasi dari kabupaten lain yang capaiannya sudah tinggi," saran Asyraf.

Salah satu indikator kinerja tersebut yakni, aktivasi identitas kependudukan digital (IKD). Asyraf mengatakan, target untuk aktivasi IKD diangka 30 persen. Per tanggal 29 Februari 2024, capaian target tertinggi Disdukcapil Kabupaten Beltim berada diangka 6,59 persen. 

Sedangkan urutan kedua, kata Asyraf, Disdukcapil Kabupaten Bangka Barat berada diangka 6,35 persen. Sementara kabupaten/kota lainnya masih di bawah angka tersebut. Agar terjadi peningkatan angka aktivasi IKD ini harus ada sejumlah inovasi. 

Seperti kesempatan sebelumnya, Asyraf mengatakan, hendaknya jumlah blangko KTP-el yang keluar atau pencetakan KTP-el sejalan dengan jumlah aktivasi IKD. Kalau ada 1000 jumlah pencetakan KTP-el, hendaknya ada 1000 juga jumlah aktivasi IKD.

"Sebelumnya kita sudah sepakat, jika warga melakukan pencetakan KTP-el, langsung melakukan aktivasi IKD. Aktivasi IKD dilakukan saat pengambilan KTP-el tersebut," ungkapnya.

Inovasi juga perlu dilakukan dalam penerbitan kartu identitas anak. Menurut Asyraf, masih ada kabupaten yang belum bisa mencapai target 60 persen untuk penerbitan IKD ini. Untuk mencapai target bisa bekerja sama dengan pihak sekolah dasar. 

Lebih jauh Asyraf menjelaskan, Disdukcapil kabupaten/kota bisa bekerja sama dengan kepala sekolah dasar saat penerimaan siswa baru. Setiap siswa yang mendaftar sekolah di data untuk penerbitan KIA. 

"Bekerja tidak hanya menyelesaikan administrasi saja, namun bisa menjadi amal jariah. Tak kalah penting, ketika masyarakat keluar dari kantor Disdukcapil tersenyum," saran Asyraf. 

Selain Asyraf Suryadin, hadir juga sebagai narasumber Maulana Rifandi, ST Pranata Komputer Ahli Pertama Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Kemendagri.