Pangkalpinang - DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya ikut menurunkan jumlah masyarakat stunting. Salah satu langkah yang ditempuh yakni, melakukan Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Santika, (3/6/2025).
Kegiatan Fasilitasi Kerja Sama dengan Stakeholder dan Mitra Kerja dalam Pelaksanaan Advokasi, Promosi dan KIE Program Bangka Kencana tahun 2025 ini secara langsung dibuka Drs. H. Tarmin, M.Si, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bertindak sebagai pemateri pada kegiatan ini, Oyon Rio Ricardo, SE Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Bappelitbangda Babel, dr. Hastuti, M.Sc Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Babel dan Fazar Supriadi Sentoso, SH Kepala Perwakilan BKKBN Babel.
"Kita perlu melakukan diskusi, sebab semakin banyak diskusi akan menghasilkan program yang konkret," tegas Tarmin.
Menurut Tarmin, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan melibatkan berbagai elemen terus berupaya menurunkan angka stunting. Kegiatan ini untuk membahas sejumlah persoalan tersebut.
Kasus stunting disebabkan berbagai faktor. Ia menambahkan, salah satu di antaranya mengenai pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Namun masih banyak faktor lainnya yang menjadi penyumbang peningkatan kasus tersebut.
"Penanganan kasus stunting sudah sangat masif. Usaha telah dilakukan untuk terus menurunkan angka stunting. Kalau bisa angka stunting nol di Bangka Belitung. Untuk Kabupaten Bangka Selatan akan menjadi fokus penanganan kasus ini," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Indrawadi, S.Si., MAP., Plh. Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membacakan laporan panitia mengatakan, diskusi ini melibatkan sebagai elemen termasuk dari kalangan akademisi.
"Kita berharap kegiatan Fasilitasi Kerja Sama dengan Stakeholder dan Mitra Kerja dalam Pelaksanaan Advokasi, Promosi dan KIE dapat menghasilkan solusi mengatasi kasus stunting," harap Indrawadi.