Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyarankan agar di sekolah ada kelas anti perundungan. Sebab zaman sekarang semakin canggih, informasi berkembang cepat, sehingga anak-anak perlu membentengi diri.
"Saat kegiatan class meeting, sekolah bisa membuat program yang bermanfaat bagi siswa," kata Asyraf saat Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan dan Pelaksanaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), di Soll Marina, Senin (20/11/2023).
Asyraf mencontohkan, saat class meeting siswa atau pihak sekolah bisa membuat program yang terkait dengan PIK-R. Jika dulu siswa rajin ke perpustakaan, sekarang ini keinginan untuk ke perpustakaan berkurang. Karena segala informasi bisa didapatkan di smartphone.
Generasi sekarang ini merupakan generasi emas. Asyraf menambahkan, generasi emas harus kuat, mampu bersaing dan dapat membentengi diri terhadap pengaruh buruk dari luar. Keimanan dan ketaqwaan bisa menjadi benteng yang kuat.
Tahun 2022 lalu tercatat ada sekitar 302 kelompok PIK-R. Asyraf mendorong agar jumlah kelompok ini bertambah, dan terus dapat meningkatkan kualitasnya. Generasi emas harus dipersiapkan dengan matang, sehingga bisa menjadi bagian dalam perubahan.
"Generasi emas dipersiapkan upaya menghadapi kemajuan zaman dan pertumbuhan remaja. Anak-anak harus mengerti tentang semua hal, begitu juga tentang kesehatan reproduksi," ungkapnya.
Lebih jauh Asyraf mengingatkan agar perempuan harus benar-benar bisa menjaga diri. Selain itu harus giat belajar dan mempunyai kemampuan dalam bersosialisasi dan berorganisasi. Kemampuan berorganisasi dapat meningkatan wawasan.
Menyinggung mengenai perkembangan teknologi informasi, Asyraf mengatakan, sebagian remaja di kota besar ada yang telah mengakses situs pornografi. Tentunya ini menjadi bagian permasalahan remaja.
"Permalahan lain remaja yakni, penggunaan napza, pacaran berisiko, seks pranikah, tawuran, aborsi, bully dan infeksi menular seksual," ungkap Asyraf menegaskan agar remaja mampu membentengi diri.
Saat sesi tanya jawab, Lora siswa Madrasa Aliyah di Bangka Tengah salah satu peserta kegiatan menanyakan kaitan bonus demografi dengan sisi ekonomi daerah. Menjawab pertanyaan ini, Asyraf mengatakan, bonus demografi berpengaruh terhadap bidang perekonomian.
"Sumber daya manusia yang baik bisa menguasai perekonomian. Sebab jika SDM tidak dipersiapkan bisa menyebabkan pengangguran," jelasnya.
Usai penyampaian materi, di sela-sela kegiatan ini dilaksanakan penandatangan perjanjian kerja sama antara DP3ACSKB Bangka Belitung dengan Bubble Waterboom Greenland Pangkalpinang.
Pihak perusahaan memberikan diskon sebesar 50 persen bagi pemegang Kartu Identitas Anak (KIA) yang ingin menggunakan fasilitas Bubble Waterboom Greenland. Fasilitas ini hanya berlaku hari Senin hingga Kamis.