Sungailiat - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengulas peran Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam pembangunan keluarga saat kegiatan Fasilitasi Pengembangan Program Ketahanan Keluarga di Kampung Keluarga Berencana, di Novilla Hotel, Selasa (12/10/2021).
Selain itu, dijelaskan juga mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan bagi remaja di Kampung KB dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Sebab sekarang ini angka perkawinan anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih tinggi.
"Kampung keluarga berkualitas dapat menjadi contoh dan berkontribusi dalam upaya sosialisasi program pendewasaan usia perkawinan dan segala bentuk upaya pencegahan perkawinan anak," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, selain Kepala DP3ACSKB Bangka Belitung hadir juga sebagai narasumber Kepala Perwakilan BKKBN provinsi yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka serta Kepala Desa Labu Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.
Adapun peserta kegiatan merupakan perwakilan poktan di Kampung Keluarga CIKAR yang berjumlah 25 orang.
Untuk memajukan Kampung KB, kata Asyraf Kepala DP3ACSKB, diperlukan sinergi antar lintas sektor. Sinergi ini tidak hanya dilakukan DP3ACSKB, BKKBN dan OPD KB kabupaten/kota. Hendaknya melibatkan sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, PU/PR, perindustrian dan perdagangan, koperasi dan UMKM, dan sebagainya.
"Sinergi merupakan kunci mewujudkan kampung keluarga berkualitas yang Cerdas, Inovatif, Kreatif, Aktif dan Responsif menuju Bangka Belitung yang maju dan sejahtera," jelasnya.