Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak henti-hentinya memberikan motivasi agar perempuan bisa lebih banyak menjadi anggota parlemen. Untuk itu diharapkan perempuan terus meningkatkan kapasitas, sehingga berdampak terhadap keterpilihan.
"Sekarang ini keberadaan perempuan di parlemen masih sedikit. Saya heran, kenapa perempuan tidak memilih perempuan," kata Asyraf Kepala DP3ACSKB saat audiensi dengan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) dan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang rapat DP3ACSKB, Rabu (3/11/2021).
Menurutnya, perlu melakukan penguatan peran perempuan di bidang politik. DP3ACSKB akan terus berupaya memberikan dukungan tersebut. Tahun depan, ada anggaran untuk pemberdayaan perempuan bidang politik.
"Anggaran tersebut tidak besar, namun ada juga kegiatan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Semua program yang ada kita sinergikan," jelasnya.
Salah satu indikator untuk kegiatan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, kata Asyraf, jika ada kepala desanya dijabat oleh perempuan. Sementara ini, kepala desa perempian di Kep. Bangka Belitung ada satu kepala desa perempuan di Kabupaten Bangka Tengah dan satu lagi Kabupaten Belitung Timur. Semoga ke depan kepala desa perempuan semakin bertambah.
Hal senada disampaikan Zubaidah Ketua KPPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, keberadaan organisasi ini menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan keberadaan perempuan di parlemen.
Sementara ini, jelasnya, keberadaan perempuan di parlemen, terutama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih minim. Hanya ada empat perempuan di parlemen, sedangkan pada periode sebelumnya ada lima perempuan menjadi anggota parlemen.
"Ini tentunya telah terjadi penurunan. Dengan adanya audiensi dengan DP3ACSKB, diharapkan dapat motivasi perempuan berpolitik," tegasnya.