Bangka - Keluarga harus diberikan pemahaman dalam mendampingi para Lansia. Karena lansia tidak mampu merawat diri sendiri, sehingga membutuhkan waktu untuk merawatnya. Selain itu lansia kerap mengalami penurunan konsentrasi, gangguan bahasa dalam komunikasi dan penurunan daya ingat.
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, lansia merupakan orang berumur 60 ke atas. Peran agama dalam kehidupan lansia sangat berpengaruh di kehidupan, sebab hampir semua lansia yang memasuki masa pensiun mengalami gangguan mental psikologis.
"Gangguan mental psikologis ini dikarenakan kurang siap menghadapi perubahan kehidupannya," jelasnya saat kegiatan pengelolaan pelaksanaan desain program pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, di Novilla Boutique, Selasa (28/2/2023).
Menurut Asyraf, kondisi lansia sangat memerlukan penguatan dimensi spiritual. Intelektual lansia mengalami penurunan fungsi, dapat mengalami gangguan persepsi, penurunan konsentrasi, gangguan bahasa dalam komunikasi dan penurunan daya ingat.
Berbicara mengenai sisi emosional, Asyraf mengatakan, kalangan lansia lebih cepat mengalami kecemasan dan ketakutan, mudah tersinggung, rasa kesepian, hilangnya rasa percaya diri, bermimpi masa lampau serta egois.
Informasi yang perlu disampaikan pada lansia dan keluarga, jelas Asyraf, belajar mengurangi efek stress, merupakan pertolongan efektif. Sangat perlu membantu lansia mengenali, menghadapi dan menanggulangi kekhawatiran berlebihan.
"Dukungan motivasi untuk mempraktekan metode relaksasi harian untuk mengurangi gejala fisik ketegangan. Dorongan untuk mengikuti aktivitas dan latihan yang menyenangkan," kata Asyraf.