Pangkalpinang - Pemasaran produk menjadi salah satu persoalan yang kerapkali dihadapi pelaku industri rumahan. Untuk mempercepat proses pemasaran produk, selain pemasaran langsung juga bisa memasarkan produk menggunakan media sosial atau aplikasi belanja.
"Saat ini pelaku industri rumahan bisa melakukan pemasaran secara online," kata Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Ruang Pertemuan Pasir Padi, Kamis (6/10/2022).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Sosialisasi Diseminasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pemetaan Lokasi Industri Rumahan untuk Operator Kecamatan dan Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagaimana diketahui, kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memberdayakan perempuan. Diharapkan pemberdayaan perempuan tersebut bisa membantu dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Ada trik untuk melakukan pemasaran produk secara online. Ia menambahkan, kemasan produk harus bagus. Selain itu, terus melakukan inovasi dan jangan puas dengan produk yang telah dihasilkan. Tak kalah penting, foto yang ditampilkan untuk pemasaran secara online harus menarik.
"Pelaku industri rumahan harus mengetahui cara membuat foto yang menarik. Konsumen akan tertarik dengan melihat foto yang ditampilkan tersebut," jelasnya.
Sementara Dr. Hadi Santoso dari LPPM Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur menjelaskan, pihak operator nanti harus memperhatikan kategori industri rumahan. Jika ada data UMKM masuk ke dalam aplikasi, maka bisa diedit oleh operator. Sebab ada perbedaan antara industri rumahan dengan UMKM.
"Persepsi menginput data harus sama, sehingga data yang dihasilkan menjadi valid. Input data bisa dilakukan secara bertahap, hal ini untuk mengantisipasi kendala jaringan internet," sarannya.