Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, berdasarkan aplikasi kampung KB, di tahun 2023 jumlah kampung KB sebanyak 276 desa/kelurahan. Sedangkan tahun 2024 harus terbentuk menjadi 391 kampung keluarga berkualitas.
"Artinya masih kurang 155 desa/kelurahan lagi," kata Asyraf saat Kegiatan Pelaksanaan Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) melalui Mitra Kerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (21/2/2024).
Menyikapi hal tersebut, Asyraf mencontohkan, dalam hal kualitas perguruan tinggi bisa membantu mewujudkan target ini. Jika sudah ada MoU dengan gubernur, selanjutnya tinggal melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan dinas.
Selanjutnya, jelas Asyraf, setelah ada PKS maka mahasiswa bisa melakukan KKN di sejumlah kampung KB. Tak hanya itu, pihak terkait lainnya juga bisa memberikan materi untuk peningkatan kualitas. Sebab jika dilakukan secara bersama-sama akan mendapatkan hasil lebih baik.
Menurut Asyraf, keberhasilan kampung KB akan tercapai jika seluruh mitra melakukan intervensi memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Pasalnya peningkatan kualitas tentunya sangat baik jika dilakukan secara bersama-sama.
"Tentunya keberhasilan ini dapat terlihat jika ada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kampung KB," tegasnya.
Sementara saat sesi tanya jawab, Firman dari BKKBN menyarankan agar ada peningkatan koordinasi dalam menjalankan tugas. Sebab BKKBN dan DP3ACSKB menjalankan tugas dan fungsi hampir sama. Harapannya, agar pelaksanaan tugas ke depan bisa menjadi lebih baik.
Menjawab hal tersebut, Asyraf mengatakan, program kerja bisa saja disinergikan dengan BKKBN. "Jika ada program yang sama bisa disinergikan. Kami selalu terbuka untuk melakukan koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut," jelasnya.
Selain Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain di antaranya, Wardiah, SH., MH., Kabid PPKB DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Siti Fhatimah Penata KKB Ahli Madya (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung.
Hal senada disampaikan Siti Fhatimah. Saat bicara mengenai stunting, ia menyarankan agar mengatasinya secara bersama-sama. Salah satu caranya, melibatkan organisasi, kelompok contohnya Forum Genre.
"Selain itu melibatkan bidan desa. Apalagi sekarang ini harapan masyarakat semakin banyak seiring meningkatnya pengetahuan masyarakat," ungkapnya.
Sementara Wardiah mengatakan, mengenai kependudukan akan lebih baik jika masuk dalam kurikulum pendidikan. Selanjutnya diharapkan ada sekolah siaga kependudukan. Selain itu, perlu terus melakukan pembinaan kesehatan produksi di sejumlah sekolah.
"Sasarannya para remaja dan untuk mengindari terjadi pergaulan bebas. Kita harap remaja mempunyai pengetahuan tentang kesehatan reproduksi," paparnya.