Pangkalpinang - DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya melaksanakan kegiatan semaksimal mungkin. Kendati via aplikasi Zoom Meeting, namun kegiatan tersebut harus dikemas secara profesional. Sehingga tujuan dapat tercapai serta tepat sasaran.

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pelaksanaan kegiatan menggunakan aplikasi zoom meeting merupakan strategi efisiensi anggaran. Kegiatan hendaknya dikemas secara profesional.

"Pendaftaran peserta menggunakan sistem link. Sehari sebelum kegiatan link tersebut sudah diterima peserta kegiatan ini," kata Asyraf saat Rapat Pelaksanaan Program Pengarustamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan 2024, di Ruang Rapat DP3ACSKB Babel, Senin (26/2/2024).

Menyinggung mengenai gambaran umum kegiatan ini, ada 13 indikator menunjukan perempuan masih tertinggal dari laki-laki. Asyraf mengatakan, untuk indeks perempuan dalam pendidikan, menang pendidikan perempuan masih relatif rendah. Dalam hal ini bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.

"Sedangkan indeks mengenai kesehatan perempuan, kita bisa meminta dari Dinas Kesehatan untuk menjadi pematerinya," saran Asyraf.

Untuk persiapan zoom meeting nantinya, Asyraf menyarankan agar dipersiapkan juga background zoom tersebut. Penting peserta diberikan sertifikat. Lakukan kegiatan ini secara profesional, jika perlu dibentuk tim kreatif untuk mengemas kegiatan ini.

"Kita berharap peserta bisa terus tertarik untuk mengikutan ini sampai selesai," ungkapnya.

Sementara Engkus Kuswenda, S.Pd Kabid Pemberdayaan Perempuan menjelaskan mengenai 13 indikator. Sejumlah indikator itu di antaranya, indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan gender, indeks pemberdayaan  gender, indeks perempuan dan ketenagakerjaan, indeks perempuan dalam pendidikan.

Selanjutnya, kata Engkus, ada juga indeks perempuan dalam akses teknologi, indeks keterlibatan perempuan, indeks kekerasan terhadap perempuan dan indeks perempuan dalam kemiskinan.

"Adapun empat indeks lainnya, indeks perkawinan anak, indeks perempuan kepada keluarga, indeks kesehatan perempuan serta indeks kepemimpinan perempuan," papar Engkus.