PANGKALPINANG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati menegaskan, pendemi covid-19 tidak membatasi untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Perayaan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, sebab tetap harus berjarak.
"Walaupun kita berjarak, namun tetap dekat di hati. Tetap semangat menggapai cita-cita," kata Ayu Bintang saat membuka peringatan HAN ke 35, via vidcon, Kamis (23/7/2020).
Anak-anak Bangka Belitung mengikuti kegiatan vidcon tersebut secara langsung di Ruang Rapat Pantai Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Babel. Tampak hadir Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs. H. Abdul Fatah, M.Si
Selain itu hadir juga Asisten III Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darlan dan Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dra. Susanti, M.AP.
Ayu Bintang menyadari kesempatan anak-anak bermain di luar rumah, bersekolah, bertemu guru dan teman-teman menjadi terbatasi. Semua itu dikarenakan harus mengikuti protokol kesehatan, sehingga anak Indonesia terlindung.
"Anak-anak tidak sendiri, karena semua ini juga dirasakan orang lain. Manfaatkan waktu di rumah dengan kegiatan positif, inovatif dan kreatif," tegasnya.
Kondisi pandemi covid-19 diharapkan menjadi motivasi bagi anak Indonesia. Ia menambahkan, peringatan HAN kali ini dikemas secara online agar bisa menjangkau lebih banyak anak-anak di Indonesia, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Kementerian dan pemda telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan peringatan HAN seperti, 49 webinar sejak Mei hingga Juli. Kegiatan tersebut ditayangkan secara online. Selain itu ada juga talk show setiap akhir pekan.
Hal tersebut dilakukan agar anak-anak tetap kreatif ketika beraktivitas di rumah. Ayu Bintang ingin anak-anak Indonesia tetap sehat dan optimis menghadap pandemi covid-19.
Kondisi sulit ini, kata Ayu Bintang, pandemi covid-19 tidak menjadi hambatan, melainkan jadikan tantangan untuk berpikir kreatif. Pandemi ini menjadi pelajaran untuk bisa berkomunikasi yang baik antara orangtua dan anak.
"Orangtua harus terus membina dan mendidik anak. Dengarkan pendapat anak-anak, stop perundugan dan ekploitasi anak," harapnya.
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah juga mengharap hal sama. Diharapkan anak-anak tetap ceria dimasa pandemi covid-19. Selain itu Wagub juga mengajarkan kepada anak-anak cara bersalaman sesuai protokol kesehatan.
"Begini cara bersalaman," kata Wagub seraya mengadu lengan dengan anak-anak yang ikut vidcon peringatan Hari Anak Nasional di Ruang Rapat Pantai Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Babel.
Sebagaimana diketahui, peringatan Hari Anak kali ini mengusung tema "Anak Terlindungi Indonesia Maju" dengan tagline Anak Indonesia Gembira di Rumah. Dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang ini diharapkan anak beraktivitas di rumah.
Sementara Dra. Susanti, M.AP Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ingin apa yang didapatkan saat vidcon diceritakan kembali kepada teman-teman lainnya. Sehingga anak Bangka Belitung mengetahui pesan video motivasi yang ditayangkan.
"Anak Bangka Belitung harus lebih kreatif ketika berada di rumah. Tetap sehat, harus optimis dan gembira di rumah dimasa pandemi. Anak-anak juga harus pandai beradaptasi," pesannya.
Ini Pesan Presiden
Terdapat empat pesan disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Sejumlah pesan tersebut di antaranya, disiplin mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.
Selain itu, Presiden juga mengharapkan agar anak-anak tetap dan selalu bergembira. Kendati masih dalam kondisi pandemi covid-19, anak-anak di pelosok negeri Indonesia harus terus tersenyum.
"Berbahagia bisa menyapa anak-anak walaupun secara virtual," kata Jokowi bersama isteri saat menyampaikan pesan Peringatan HAN.
Presiden menyadari anak-anak sudah tidak sabar ingin kembali ke sekolah, bermain di luar rumah dan mengunjungi kakek nenek. Namun anak-anak harus lebih bersabar, ini penting agar terhindar dari covid-19.
"Belajar dari rumah. Jangan lupa tetap rajin beribadah, semoga pandemi covid-19 cepat berlalu, sehingga anak-anak bisa kembali bermain dan bersekolah," harapnya.