BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor, baik itu kendaraan bermotor roda dua ataupun kendaraan bermotor roda empat terutama pada ASN Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berkantor di Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, jumlahnya semakin bertambah. Kondisi ini dapat dilihat setiap harinya dengan padatnya lahan parkir yang tersedia pada gedung kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Masalah perparkiran merupakan salah satu masalah utama yang harus dikelola dengan baik demi kelancaran arus transportasi di lingkungan sekitar kantor dan area parkir. Pengelolaan perparkiran tersebut sangat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi dari kantor tersebut karena jika tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan kesemrawutan pada areal perparkiran. Permasalahan utama yang sering kita jumpai pada area parkir adalah banyaknya pemilik kendaraan yang malas memarkirkan kendaraannya pada tempat yang telah disediakan dengan baik dan benar, sehingga dapat menimbulkan ketidaktertiban dan rasa kurang nyaman bagi pemilik kendaraan lainnya. Kondisi ini dapat diperparah dengan tingginya frekuensi kegiatan pada waktu-waktu tertentu yang dilaksanakan di Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Sudah seharusnya pemilik kendaraan memarkirkan kendaraannya pada area parkir yang telah ditentukan dan sesuai dengan tata tertib pada area parkir tersebut sehingga data terkait jumlah kendaraan, jenis kendaraan atau bahkan pendapatan yang dihasilkan dapat diperoleh dengan cepat dan akurat.
Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung memerlukan suatu sistem informasi perparkiran yang dapat mengatasi permasalahan parkir yang ada. Sistem parkir yang ada pada umumnya banyak dilakukan untuk menertibkan area parkir hanya sebatas pemberian karcis parkir saja. Hal ini berakibat bahwa konsumen parkir tidak mengetahui ada atau tidaknya tempat parkir yang kosong. Minimalisasi tingkat kesalahan menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh sistem pengelolaan area parkir. Pemanfaatan sistem komputerisasi diharapkan dapat mengurangi masalah-masalah yang sering dialami oleh parkir antara lain pencatatan data nomor polisi kendaraan dan informasi area kosong yang ada pada area parkir tersebut
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis mengajukan suatu sistem informasi perparkiran “Kite-Kite” dengan objek lahan area parkir pada halaman belakang kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dikarenakan lokasi tersebut sudah memungkinkan untuk diterapkan sistem informasi perparkiran yang nantinya dapat digunakan penulis sebagai acuan dalam perancangan sistem informasi perparkiran.
Pengajuan Usulan Gagasan Tertulis berikut ini juga dilatar belakangi oleh tanggung jawab penulis sebagai Pranata Komputer Pertama yang salah satu butir pengajuan atau penilaian Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit (DUPAK) adalah membuat suatu Rancangan Sistem Informasi.
TUJUAN
Merancang bangun sebuah sistem informasi perparkiran agar dapat menata perparkiran agar tertib dan tidak terjadi kerumitan pada area parkir Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan dapat menghasilkan data-data secara cepat dan akurat.
BAB II
SISTEM INFORMASI PERPARKIRAN
SATUAN RUANG PARKIR (SRP)
Satuan ruang parkir disingkat SRP adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan pada suatu lahan parkir dalam hal ini mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor, baik parkir paralel dipinggir jalan, pelataran parkir ataupun dalam gedung parkir (Direktorat Bina Sistem lalu Lintas Angkutan Kota, 1998).
Dimensi dasar untuk satuan ruang parkir (SRP) berdasarkan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir tergantung kepada bukaan pintu, jenis kendaraan. Lebar bukaan pintu akan mempengaruhi kenyamanan penumpang untuk keluar masuk kendaraan seperti ditunjukkan pada tabel 2.1.
Dimensi satuan ruang parkir yang biasa digunakan yang telah diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Ilustrasi perhitungan yang digunakan adalah jika areal parkir halaman belakang kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mempunyai luas 1300m2 (13m x 100m) maka kapasitas parkir untuk kendaraan roda 4 adalah sebanyak 100m : 2.3 (SRP Gol I) = 43,47 è 43 x 2 = 86 tempat parkir seri untuk kendaraan roda 4. Sedangkan untuk kendaraan Roda 2 dengan areal parkir seluas 90m2 (5m x 18m) maka kapasitas parkir untuk kendaraan roda 2 adalah sebanyak 18m : 1 (SRP Roda 2) = 18 x 2 = 36 tempat parkir kendaraan roda 2.
SISTEM INFORMASI PERPARKIRAN
Sistem infomasi yang bertugas untuk mengelola perparkiran yang bersangkutan sering disebut dengan sistem informasi perparkiran. Peranan teknologi informasi sangat diperlukan seiring dengan perkembangan zaman.
Pengelolaan perparkiran secara manual akan menghadapi kendala ketidakefisienan waktu dalam melakukan proses analisis terhadap data kendaraan dan lembaran kertas pencatatan data dapat hilang, kotor ataupun terbakar. Selain itu, pengelola perparkiran tidak dapat mengetahui data-data di lapangan secara langsung sehingga tidak dapat keputusan secara cepat dan tepat.
Beberapa prosedur umum yang terdapat dalam Sistem Informasi Perparkiran adalah sebagai berikut :
- Pencatatan Data Kendaraan
- Pencatatan Waktu
- Penentuan Biaya Parkir
- Perhitungan Total Biaya Parkir
Dengan melihat kebutuhan akan sistem informasi perparkiran yang handal, maka penulis mengusulkan suatu sistem informasi perparkiran yang disebut Sistem Informasi Perparkiran “Kite-Kite” yang dapat mengakomodir kebutuhan akan sistem informasi perparkiran.
sebagai upaya penataan parkir agar tertib dan tidak terjadi kerumitan diarea parkir, maka dibuat suatu sistem parkir dengan menggunakan nomor tempat yang berfungsi sebagai informasi kepada pengendara agar dapat memarkir kendaraannya pada ruang-ruang parkir yang juga telah diberi nomor sesuai dengan nomor tempat yang tertera pada slip bukti parkir agar area parkir lebih tertata dan tidak terjadi kerumitan pada area parkir. Slip bukti parkir juga digunakan sebagai bukti parkir ketika pengendara keluar area parkir.
Selain itu sistem informasi yang dirancang juga dapat memberikan informasi kepada operator mengenai jumlah tempat yang tersedia pada area parkir, sehingga operator dapat menginformasikan mengenai jumlah tempat yang masih tersisa kepada calon pengguna lahan parkir agar tidak terjadi penumpukan kendaraan didalam area parkir.
Sistem yang penulis usulkan merupakan sistem yang telah terkomputerisasi. Sistem tersebut menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dengan Microsoft Office Access 2007 sebagai format database-nya dan Seagate Crystal Report 8.5 sebagai perancang laporannya.
Keunggulan dari sistem usulan adalah:
- Tersedia informasi mengenai jumlah kendaraan yang masuk, kendaraan yang keluar dan yang masih ada di areal parkir pada hari yang bersangkutan dengan segera.
- Tersedia informasi tentang jumlah tempat parkir yang masih tersisa diareal parkir.
- Berbagai laporan dan data dari parkir bisa diperoleh dalam waktu yang relatif singkat.
- Proses pengolahan dan pencarian data kendaraan menjadi lebih efisien.
Kelemahan dari sistem usulan adalah:
- Operator bisa melakukan peng-edit-an dan penghapusan data kendaraan pada database.
- Operator tidak dapat meninggalkan area parkir selama masih terdapat kendaraan pada area parkir
KEBUTUHAN SISTEM
Untuk menjalankan sistem yang dirancang, diperlukan beberapa faktor
pendukung sebagai berikut :
- Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
Untuk bisa menjalankan sistem, maka hardware yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
- Satu set lengkap perangkat komputer yang memiliki spesifikasi minimum sebagai berikut:
- Pentium IV 2.66 GHz.
- RAM 256 Mb
- Hard disk 40 Gb
- Mainboard Pentium IV suported
- Monitor SVGA dengan resolusi layar minimal 1024 x 768
- Power supply 200 watt pure power
- Keyboard dan Mouse
- Printer tipe Dot Matrix, sebagai perangkat untuk mencetak laporan dan slip bukti parkir.
- Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
Adapun perangkat lunak untuk menjalankan program ini adalah:
- Sistem operasi Windows 98/ Windows 2000/ Windows ME/ Windows XP/ Windows Vista/ Windows 7/ Windows 8.
- Microsoft Access 2007 untuk pembuatan database.
- Aplikasi Crystal Report 8.5 untuk pembuatan laporan.
- Keahlian Operator
Keahlian operator untuk menjalankan program adalah:
- Menguasai sistem operasi Windows.
- Memiliki pengetahuan dan keahlian dasar mengenai komputer, seperti: cara menggunakan mouse dan keyboard, cara menggunakan printer, dan sebagainya.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari Sistem Informasi Perparkiran “Kite-Kite” pada Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berikut ini adalah :
- Sistem Informasi Perparkiran “Kite-Kite” pada Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ini dapat menghasilkan data-data secara cepat dan akurat mengenai tanggal, nomor plat polisi, jam masuk, jam keluar, operator yang sedang bertugas, total penerimaan dari parkir serta daftar sisa kendaraan yang masih berada di area parkir yang disajikan dalam bentuk laporan parkir (per tanggal dan per bulan), laporan penerimaan (per tanggal dan per bulan) dan laporan daftar sisa kendaraan. Sistem ini bisa di gunakan pada area parkir yang menggunakan akses satu pintu dan dua pintu parkir serta proses pengecekan data maupun pencarian data bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.
- Sistem ini dapat menata lahan parkir agar tertib dan tidak terjadi kerumitan yang dilakukan dengan cara memberi nomor parkir pada ruang parkir yang diinformasikan kepada pengendara melalui slip bukti parkir dan menyediakan informasi kepada operator mengenai jumlah tempat parkir yang masih tersisa.
SARAN
Adapun saran yang ingin disampaikan untuk pengembangan Sistem Informasi Perparkiran ini yaitu:
- Pengelola Perparkiran dapat mengembangkan sistem usulan dengan menambah otorisasi untuk membatasi akses operator dan administrator dalam meng-edit data kendaraan parkir yang telah tersimpan.
- Menggunakan sistem share exe program melalui local area network (LAN) atau wireless fidelity (Wi–Fi) dari komputer administrator ke komputer client yang akan di gunakan operator, agar dapat memudahkan administrator untuk memantau seluruh area parkir dan juga dapat membatasi akses operator dalam meng-edit data kendaraan parkir yang telah tersimpan.
- Menggunakan sistem barcode untuk mempercepat proses peng-input-an data.
- Menggunakan kamera untuk meningkatkan aspek keamanan pada sistem perparkiran.