Sungailiat - Megawati Soeroso, ST., M.Si Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap petugas terus meningkatkan pemaham dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di lapangan.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi," kata Megawati saat membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Lembaga Penyedia Layanan Penangan bagi Korban Kekerasan, Jumat (18/9/2026).
Sebanyak 30 peserta hadir pada kegiatan yang digelar di Hotel Pesona Bay, Kabupaten Bangka tersebut. Peserta merupakan perwakilan dari UPTD PPA provinsi dan kab/kota, Satgas PPA serta dari DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan yang dibiayai dari DAK Kemen PPA RI TA 2026 ini merupakan bentuk komitmen dan kerja sama antara pusat dan daerah dalam merespon permasalahan perlindungan perempuan.
"Tercatat dari aplikasi SIMFONI tahun ini sudah terjadi 124 kasus. Kondisi ini menuntut petugas kita di lapangan untuk memiliki semangat, keahlian dan kemampuan," jelasnya.
Megawati ingin korban kekerasan dapat segera ditangani dan dilayani dengan aman dan baik. Beragam jenis kasus kekerasan terhadap perempuan, baik fisik maupun psikis. Masing-masing kasus membutuhkan cara layanan dan penanganan.
"Perlu ada penanganan khusus oleh petugas terlatih dan juga pendampingan, supaya korban terlindungi dan pelaku dapat merasakan hukuman yang setimpal," tegasnya.