Berita

BABEL MENUJU PROVINSI LAYAK ANAK

PANGKALPINANG (dp3acskb.babelprov.go.id) - UPAYA Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadikan Kepulauan Bangka Belitung sebagai Provinsi Layak Anak terus dilakukan dengan mendorong enam  dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk  bisa ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menyusul satu daerah yang telah ditetapkan sebagai KLA, yakni Kabupaten Bangka Tengah. Hal ini terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi Provinsi Layak Anak di ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitungi Rabu 18 April 2018.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disampaikan oleh staf ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sumini Yuliastuti menyataan bahwa  seluruh Kabupaten dan Kota di Bangka Belitung telah berupaya keras untuk mendapatkan penghargaan Kota/Kabupaten Layak anak di dalam proses penilaian mandiri dan berharap agar ada yang menyusul Kabupaten Bangka Tengah dalam mendapatkan pernhargaan Kabupaten Layak Anak. Kami akan dorong agar semua daerah di Kepulauan Bangka Belitung bisa menjadi layak anak,” kataSumini. Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil  Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  Susanti menyatakan, jika semua daerah di Kepulauan Bangka Belitung sudah menjadi Kabupaten/ Kota Layak Anak atau minimal 80% maka dengan otomatis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menjadi Provinsi Layak Anak. “Minimal enam  saja kabupaten/kota di Kepulauan Bangka Belitung sudah layak anak maka Kepulauan Bangka Belitung sudah bisa menjadi Provinsi Layak Anak,” katanya.  Sementara Darmawan yang merupakan Asisten Deputi  Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak  menyatakan permasalahan yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya menjadi salah satu faktor belum seluruh kabupaten/kota menjadi layak anak. “Masing-masing daerah punya masalah yang berbeda, misalnya, fasilitas rambu-rambu sekolah dan lain-lain. Kami dorong agar semua sekolah punya,” ujarnya.

Persoalan Kota/Kabupaten Layak Anak ini juga berhubungan dengan angka partisipasi anak di sekolah. Karena itu, kabupaten/kota juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menganggarkan fasilitas bermain anak di sekolah. “Yang lebih penting juga lingkungan keluarga bisa menjamin pertumbuhan si anak. Di mana dia memerlukan waktu bermain dan keluarga memfasilitasinya,” katanya.

Sementara itu, Susanti Kepala DP3ACSKB menyatakan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari hasil verifikasi tim KLA Pusat, hanya Bangka Tengah yang memiliki point di atas 500 sebagai standar untuk di tinjau di tahap selanjutnya. Sementara ada 2 daerah yang kenaikan pointnya meningkat secara signifikan meski belum sampai 500 yaitu Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka dimana keduanya memiliki point 400an.  “Kami akan dorong terus ke depan agar bisa lebih banyak lagi yang bisa memenuhi standar KLA dan bahkan meningkat menjadi KLA Madya dan Utama, kita optimistis dua tahun ke depan kabupaten dan kota lain bisa menyusul untuk mendapatkan predikat yang sama. “Yang penting ada koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten dan kota lain,” sebutnya. Menurutnya, penilaian KLA ada 24 indikator yang harus dipenuhi.

Dari 24 indikator tersebut dibagi menjadi lima kategori, yakni perlindungan hak sipil; perlindungan khusus, lindungan keluarga dan pengasuhan alternatif; pendidikan; pemanfaatan waktu luang dan budaya; serta pemenuhan hak dasar anak. Dalam rapat yang dihadiri oleh utusan dari seluruh Kabupaten Kota di Kepulauan Bangka Belitung ini juga terjadi dialog saat sesi tanya jawab yang diberikan oleh para narasumber. Sehingga acara hendak ditutup peserta masuh antusias menanyakan trik dan strategi bagaimana mencapat KLA. Memang KLA menjadi dambaan setiap daerah saat ini meskipun esensinya adalah bukan pada penghargaanya namun pada meningkatnya pelayanan kepada masyarakat, namun KLA sebagai indikator bagaimana negara siap hadir dalam permasalahan anak yang dihadapi di suatu daerah. (Faiz)

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Faiz Marzuki
Fotografer: 
Faiz Marzuki
Editor: 
Yanuarson
Tags: 
Provila | KLA | Layak Anak | Anak | Provinsi Layak Anak