Berita

Webinar Komunikasi Asyik dengan Anak dalam Keluarga, Komunikasi Itu Harus Nyambung

PANGKALPINANG - Keberadaan keluarga bagi anak sangat penting, apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Anjuran agar betah dan bahagia berada di rumah membuat frekuensi berkumpulnya anggota keluarga semakin sering.

Dra. Susanti, M.AP Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, kondisi saat ini sangat memprihatikan bagi anak, untuk itu keluarga harus menjadi tempat yang membahagiakan bagi anak.

"Untuk berkomunikasi diperlukan trik dan tata cara yang baik. Sebab terkadang komunikasi yang dilakukan kurang pas, sehingga komunikasi tidak nyambung," jelasnya saat membuka kegiatan webinar, Kamis (8/10/2020).

Hendaknya anak curhat ke orangtua, agar semua persoalan yang dihadapi dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Sangat disayangkan kalau anak menjadi generasi lemah, karena anak-anak sebagai generasi penerus.

"Berkomunikasi secara baik dengan anak merupakan bagian hak anak. Ada sekitar 32,4 persen dari 1,406.583 jumlah penduduk di Babel merupakan anak-anak," jelasnya.

Selain Dra. Susanti, M.AP Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menyampaikan materi mengenai "Komunikasi Asyik dalam Keluarga", terdapat tiga pemateri lainnya.

Tiga pemateri tersebut di antaranya, 
Dr. Atwar Bajari, Drs. M.Si Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fikom Universitas Padjadjaran menyampaikan meteri mengenai "Membangun Komunikasi Efektif dalam Keluarga".

Selanjutnya, H. Dede Purnama Alzulami, Lc Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan materi "Pencegahan Kekerasan pada Anak dalam Keluarga".

Sementara Drs. Tata Sudrajat, M.Si Deputy Chief of Program Impact and Policy of Save the Children Indonesia menyampaikan materi bertajuk "Menjadikan Anak-Anak Bahagia Tanpa Toxic Parents".

Kasus yang terjadi pada anak cukup memprihatikan, kondisi anak di Bangka Belitung sama dengan kondisi anak-anak di tempat lain. Webinar ini diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi kasus yang menimpa anak-anak.

Sejumlah kasus tersebut kemungkinan dikarenakan terjadi miss-komunikasi antara orang tua dan anak. Sekarang ini masih banyak terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Untuk itu kita harus membuat Anak gembira di rumah. Jangan sampai anak mencari kesenangan di tempat lain. Semua harus peduli terhadap hak-hak anak, untuk itu kita harus mengetahui ilmunya," jelasnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
DP3ACSKB Babel
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB