Berita

TINGKATKAN PERLINDUNGAN ANAK, DP3ACSKB BABEL GELAR TOT BAGI AKTIVIS PATBM

PANGKALPINANG-- "Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas komitmen peserta yang hadir disini demi meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya perlindungan anak", demikian diungkapkan oleh Asisten Setda Bangka Belitung Bidang Administrasi Umum Darlan saat mewakili Gubernur Bangka Belitung membuka acara Training of Trainer (TOT) Bagi Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang diselenggarakan oleh DP3ACSKB Babel Selasa 26 Maret 2019 di Hotel Renz Pangkalpinang.

Kepala DP3ACSKB Babel Susanti turut mendampingi Darlan saat membuka acara yang dihadiri oleh aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) dari 7 kabupaten/kota di Bangka Belitung. 

"Sebanyak 30% dari total jumlah penduduk Indonesia adalah anak-anak, dan anak-anak ini merupakan aset penerus bangsa yang harus kita lindungi dan harus kita berikan nilai-nilai etika, agama dan pengetahuan karena anak ini tergantung pada lingkungan dan orang tuanya, keterbatasan jangkauan pemerintahdalam upaya perlindungan anak inilah yang membuat pemerintah sangat membutuhkan partisipasi langsung dari masyarakat salah satunya melalui kegiatan PATBM ini" jelasnya Darlan. 

Darlan menjelaskan TOT ini merupakan pelatihan untuk pelatih, diharapkan pelatih ini bisa menjadi teladan dalam bertingkah laku dalam lingkungan masyarakat, jangan sampai ada pelatih yang justru memberikan contoh yang kurang baik misalnya melakukan kekerasan verbal terhadap anak. Melalui TOT ini diharapkan para aktivis dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan serta untuk mewujudkan perlindungan anak di daerah dan meneruskannya ke wilayah masing-masing sebagai ujung tombak perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

Susanti saat menjadi narasumber pada kegiatan TOT ini menjelaskan anak-anak merupakan aset sebagai generasi penerus yang harus disiapkan jadi anak-anak yang hebat, berikan perlindungan, penuhi hak-haknya seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi. Perlindungan harus diberikan selagi anak dalam kandungan atau 1000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin hingga anak berusia 2 tahun, perhatikan asupan gizinya agar anak menjadi bayi yang sehat dan tidak stunting. Penuhi hak identitas anak berupa akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

"Perlindungan anak ini merupakan hal yang penting yang melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah, dunia usaha, media massa dan masyarakat termasuk kita semua yang hadir disini termasuk  bapak ibu para aktivis, inilah filosofinya mengapa dibentuk PATBM ini supaya masyarakat melakukan gerakan untuk melindungi hak-hak anak-anak di lingkungannya" jelas Susanti. 

 

 

 

 

 

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Azmi
Editor: 
Bidang PPPA
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB