Berita

Tingkatkan Peran Organisasi Perempuan, DP3ACSKB Lakukan Pembinaan

Pangkalpinang-- Demi meningkatkan peran organisasi perempuan di Kabupaten/Kota, DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pembinaan organisasi perempuan di Kabupaten Bangka Selatan pada Sabtu (23/2/2019) di Hotel Grand Marina Toboali. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi perempuan Kabupaten Bangka Selatan diantaranya Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT), TP PKK Kabupaten Bangka Selatan, Ikatan Bidan Indonesia Basel IBI, Bhayangkari, Salimah dan turut dihadiri oleh beberapa OPD terkait dari Pemkab Bangka Selatan. Pembinaan ini menghadirkan narasumber dari DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kasi Tumbuh Kembang Anak Aldino, dan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi yakni Kepala Dinkes Mulyono Susanto dan Isnataini.

"Organisasi perempuan ini diharapkan dapat memberikan advokasi dan edukasi yang bisa menggerakkan masyarakat untuk fokus dalam memenuhi hak-hak anak dalam mendukung Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)" ujar Aldino.

Aldino menjelaskan organisasi perempuan memegang peranan penting dalam mensosialisasikan dan mengimplementasikan lima Kluster indikator KLA dalam kehidupan bermasyarakat, dengan dimulai dari keluarga masing-masing dan lingkungan terdekat, lima kluster tersebut yakni kluster kelembagaan, kluster perlindungan khusus,  kluster hak sipil kebebasan,  kluster lingkungan keluarga&pengasuhan alternatif,  kluster kesehatan dasar&kesejahteraan serta kluster pendidikan pemanfaatan waktu luang&kegiatan budaya.

Sebagai anggota organisasi perempuan, para ibu hendaknya bisa memberikan ruang lebih untuk anak misalnya tempat bermain dan rumah sebagai tempat yang aman dan ramah bagi anak dan ibu harus menjadi agen pelopor mendukung terwujudnya lingkungan yang ramah anak serta menjadi pelapor atas kejadian yang menyangkut kekerasan terhadap anak (2P).  Dari permasalahan kesehatan,  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mulyono membahas tentang kasus stunting. 

"saya harap organisasi perempuan yang ada di Bangka Selatan dapat menjadi motor penggerak dan mitra terdepan pemerintah dalam mengatasi masalah stunting"jelas Mulyono.

Kemudian Mulyono juga berharap ibu-ibu dapat memberikan gizi terbaik bagi bayi dari dalam kandungan dan bagi balita dan anak sehingga kasus stunting dapat ditekan sedini mungkin.

"ibu-ibu yang tergabung di organisasi perempuan ini juga diharapkan dapat melakukan pola hidup sehat dan menerapkan di keluarga masing-masing sehingga penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi dan diabetes dapat ditekan sekecil mungkin"tambah Mulyono. 

Isnataini narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menekankan pentingnya kegiatan seperti ini dengan memberikan informasi dan pengetahuan tentang kesehatan bagi ibu-ibu di organisasi perempuan ini sehingga para anggota organisasi perempuan bisa berperan aktif dalam melaksanakan berbagai program pembangunan kesehatan.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Murni
Editor: 
Kabid PKHP
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB