Berita

SYAHRUDDIN INGIN PETUGAS DUKCAPIL TINGKATKAN KOMPETENSI MELALUI BIMTEK INI

PANGKALPINANG-- Saya melihat ada dua konteks besar dalam acara ini yang pertama yaitu peningkatan kompetensi petugasnya dan yang kedua yaitu peningkatan pendaftaran penduduknya, namun muaranya adalah peningkatan kompetensi petugas yang mencari dan mengumpulkan data penduduk karena semua urusan atau kegiatan pembangunan erat kaitannya dengan data kependudukan seperti misalnya penentuan jumlah Dana Alokasi Umum (DAU) dan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) atau masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Demikian diungkapkan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Syahruddin saat membuka Bimbingan Teknis bagi Petugas Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Renz Pangkalpinang Kamis (8/8/2019).

"Di Bangka Belitung ini biasanya pergerakan penduduk dari luar Bangka Belitung termasuk cepat apalagi saat harga timah mahal, banyak saudara-saudara kita yang dari luar Bangka Belitung datang mencari peruntungan disini dan kadang merekamembawa dokumen kedepndudukan lengkap dan tidak ada hak bagi kita untuk menolaknya" imbuhnya.

Merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk menampilkan data kependudukan yang akurat dan tepat dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan, oleh karena itu kompetensi petugas kependudukan pencatatan sipil.

"Kadang-kadang ada yang menganggap data kependudukan itu tidak penting belum terlalu menjadi kebutuhan namun dengan suatu inovasi kita bisa membangkitkan kesadaran masyarakat untuk melengkapi data kependudukannya" tuturnya.

Syahruddin juga menjelaskan mengenai pengalamannya saat menjadi Sekretaris Daerah di Belitung Timur, mereka memberikan santunan kematian bagi warga yang meninggal yang bisa menunjukkan akta kematian, untuk mengurus akta kematian tentunya diperlukan kartu keluarga, kartu tanda penduduk atau akte perkawinan.

"Dengan strategi seperti ini masyarakat berbondong-bondong mengurus data kependudukannya", ungkapnya.

Syahruddin menegaskan pemerintah menyambut baik kegiatan ini, semoga para peserta dapat meningkatkan kompetensinya sehingga data kependudukan dan proses pendaftaran data kependudukan bisa sesuai dengan SOP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti menghimbau agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota se-Bangka Belitung membenahi baik dari seri sarana dan prasarana maupun pelayanan agar dapat betul-betul excellent dalam pelayanan dan nanti juga ada penilaian dari Dukcapil pusat untuk pemerintah daerah secara menyeluruh.

"Ujung tombak pelayanan publik yang dilihat dan dinilai oleh orang salah satunya itu adalah Dukcapil, yang dinilai pun bukan hanya pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, tidak hanya data namun secara keseluruhan dan memiliki standar pelayanan minimal yang menjadi indikator penilaian salah satunya denah dan penunjuk arah ruang pelayanan, maklumat pelayanan, yang belum memiliki tolong dilengkapi, tambahan leaflet, standing banner, roll banner yang berputar dan front office yang bisa melayani masyarakat yang datang", tambahnya.

Susanti menambahkan bahwa fasilitas umum seperti toilet pun harus diperhatikan kenyamanan dan kebersihannya. "Kemudian baru diperhatikan produk dan pelayanan yang kita berikan karena hal ini akan disurvey oleh ombudsman dan akan mempengaruhi nilai indeks kepuasan masyarakat.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Lisia ayu
Editor: 
Kabid Dukcapil
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB