Berita

Pertemuan Pokja PUG Penyusunan Data Terpilah, Ini Pentingnya Data Terpilah

PANGKALPINANG - Data terpilah menurut berbagai karakteristik atau ciri di antaranya, terpilah menurut golongan sosial ekomoni, umur, wilayah, waktu (time series) dan data terpilah menurut jenis kelamin.

Demikian dikatakan Muhammad Iksan Asdep KG Bidang Ekonomi KPPPA RI saat zoom meeting Pertemuan Pokja PUG Penyusunan Data Terpilah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (14/9/2020).

Kali ini pembahasan lebih ditekankan mengenai data terpilah menurut jenis kelamin. Muhammad Iksan menjelaskan, ini merupakan data kuantitatif atau data, informasi kualitatif yang dikumpulkan berdasarkan jenis kelamin.

Adapun manfaat data terpilah, digunakan untuk melokalisir atau mempersempit ruang pemecahan masalah pembangunan. Selain itu untuk mengetahui kondisi, situasi dan potensi perempuan dan laki-laki di berbagai bidang pembangunan.

Data tersebut juga bermanfaat sebagai alat untuk melakukan analisis gender untuk mengetahui berbagai permasalahan isu gender serta untuk mengukur ada tidaknya kesenjangan gender.

Selain itu sebagai bahan evaluasi dampak atas pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan yang responsif gender di berbagai bidang pembangunan. BPS telah menyediakan data menurut kelamin, namun tanpa melakukan gender analisis.

Ia mencontohkan, tingkat partisipasi perempuan di angkatan kerja lebih rendah daripada laki-laki, tetapi tidak dijelaskan faktor-faktor penyebabnya.

Menyinggung mengenai keluhan umum pada inisiatif ARG, hanya sedikit bahkan tidak ada data terkait gender. Namun kurangnnya data statistik gender jangan menghambat kerja penyusunan PPRG.

"Ini dapat menjadi pendorong data sensitive lebih banyak dan lebih baik, kemudian dapat mendorong survey atau kajian lebih lanjut serta dapat menciptakan, memperbaiki pelembagaan sistem pendataan," jelasnya.

Sementara Dra. Susanti, M.AP Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan ada pemahaman sama akan pentingya data terpilah. Jika bekerja tanpa data yang benar, maka tidak akan mencapai tujuan utama.

Penyelenggara PUG tim Pokja sangat berperan erat. Tim ini harus bekerja sesuai dengan perannya, karena berfungsi sebagai wadah komunikasi koordinasi penyelenggaraan PUG. Tim ini juga berfungsi mempromosikan dan memfasilitasi PUG kepada PD.

Sangat disayangkan masih banyak yang belum mengerti tentang ini. Namun akan terus diupayakan, sehingga seluruh tim pokja bisa dengan leluasa membuat perencanaan menggunakan data terpilah.

"Kalau bahasa Bangka, bekerja tanpa data itu 'ngerameng, ngerahul ngeracau. Bekerja tanpa arah. Agar terarah harus melihat data dengan seksama," katanya.

Kepala DP3ACSKB mengusulkan agar data disusun dalam sebuah database dan  lebih bagus menggunakan sistem dengan menggunakan teknologi canggih. Sehingga bisa digunakan secara  bersama seperti sistem adminduk.

"Data bisa saling terkait dan saling bersinergi, sehingga visi misi Gubernur bisa tercapai. Semua pihak diberikan pemahaman yang sama kenapa ini menjadi penting," tegasnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
DP3ACSKB Babel
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB