ArtikelPer Kategori

PEREMPUAN DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR

Perempuan (ibu) akan lebih peka terhadap perubahan fisik anggota keluarga nya dibanding laki laki (ayah) termasuk masalah penyakit. Oleh karena itu dalam kebijakan penanggulangan penyakit perempuan harus mendapatkan porsi yang lebih dalam upaya upaya pelayanan kesehatan. Perempuan dapat berperan dalam hal preventif, kuratif dan promotif dan rehabilitatif. Dalam setiap penggerakan dan pengorganisasian masyarakat mengenai pencegahan penyakit perempuan ataupun organisasi perempuan baik di masyarakat maupun profesi harus senantiasa dilibatkan. Pengorganisasian perempuan di masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan kesehatan masyarakat pada hakekatnya adalah menghimpun potensi masyarakat atau sumber daya (resources) yang ada didalam masyarakat itu sendiri untuk upaya-upaya preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif kesehatan mereka sendiri. Namun menumbuhkan partisipasi perempuan tidaklah mudah, memerlukan pengertian, kesadaran, dan penghayatan oleh perempuan terhadap masalah-masalah kesehatan mereka sendiri, serta upaya-upaya pemecahannya. Untuk itu diperlukan pendidikan kesehatan masyarakat bagi perempuan melalui pengorganisasian dan pengembangan masyarakat. Dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kesehatan masyarakat dimana perempuan memiliki peranan penting didalamnya maka  strategi atau pendekatan pendidikan kesehatan.
Perempuan agar dapat melindungi keluarga dan masyarakat disekitanya dari penyakit setidaknya harus mengetahui 2 hal higiene (sanitasi dan perseorangan) dan menyangkut kegiatan pendidikan kesehatan. Sementara pemerintah mengupayakan Kegiatan sanitasi, pemberantasan penyakit dan penyediaan sarana fisik, fasilitas kesehatan dan pengobatan. Sementara tugas pemerintah dan masyarakat (termasuk perempuan) adalah upaya pemberian pengertian dan kesadaran kepada masyarakat tentang manfaat serta pentingnya upaya-upaya atau fasilitas fisik tersebut dalam rangka pemeliharaan, peningkatan dan pemulihan kesehatan mereka. Apabila tidak disertai dengan upaya-upaya ini maka sarana-sarana atau fasilitas pelayanan tersebut tidak atau kurang berhasil serta optimal. Mengingat arti Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat maka adalah mustahil tanpa melibatkan masyarakat itu sendiri yang didalamnya terdapat perempuan sebagai ujung tombak.secara lebih luas perempuan dalam keluarga setidaknya mengenal apa Masalah Kesehatan Masyarakat adalah multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Perempuan juga beragam dan berbagai suku agama budaya dan latar belakang pendidikan, ekonomi yang berbeda. Oleh karena itu pendekatanya dalam upaya pencegahan terhadap penyakit tentu berbeda beda. Namun satu hal kenyataanya bahwa ketika anak sakit maka ibunya yang lebih merawatdan mencari pengobatan, saat suami sakit maka istri yang lebih merawat, anggota keluarga lain hanya membantu. Maka apabila sebuah keluarga memiliki perempuan yang mengerti dan memahami masalah kesehatan maka setidaknya keluarga itu akan cepat dan tepat dalam mencari pengobatan jika ada anggota keluarga nya yang sakit, demikian pula sebaliknya.

Data WHO (World Health Organizations ) pada tahun 2010 menujukan bahwa ada 585.000 wanita, setiap menit, mati setiap tahun akibat komplikasi dalam kehamilan. Sekitar 200.000 kematian ibu setiap tahun akibat dari kekurangan atau kegagalan pelayanan kontrasepsi. Kehamilan mereka masih tanpa sarana untuk melakukannya secara efektif. Setidaknya 75 juta kehamilan setiap tahun (dari total 175 juta) yang tidak diinginkan, mereka menghasilkan di 45 juta aborsi dan lebih dari 30 juta kelahiran hidup. 70.000 wanita meninggal setiap tahun sebagai akibat dari aborsi yang tidak aman, sementara jumlah yang tidak diketahui menderita infeksi & konsekuensi kesehatan lainnya. Kenyataan tersebut menunjukan tingginya resiko kematian bagi perempuan akibat dari hal hal yang sebenarnya bisa diantisipasi.resiko semakin meningkat pada negara nagara berkembang yang berpenduduk besar.  Oleh karena itu perlu dilakukan upaya upaya intervensi serta kebijakan kependudukan yang tepat.

Maka Perempuan disamping memiliki tanggung jawab yang besar dalam keluarga, perempuan juga memiliki resiko yang paling besar dalam kesehatan sebagaimana data diatas. Proses kehamilan selama 9 bulan, menyusui selama 2 tahun, menstruasi setiap bulan, menjaga anaknya hingga dewasa dan juga mencari nafkah membantu keluarga adalah juga tugas berat yang dilakukan perempuan yang semua itu meningkatkan resiko terhadap kesehatan perempuan. Oleh karena itu perempuan harus diproteksi dan diberi perhatian khusus dalam upaya menjaga kesehatanya. Jika perempuannya sehat maka keluarganya kemungkinan besar akan sehat dan jika keluarganya sehat maka lingkungan sekitar bahkan sampai tingkat negara akan sehat. Oleh karena itu upaya kesehatan perempuan dan upaya memberikan pengetahuan dan ketrampilan terhadap perempuan mengenai kesehatan harus terus dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan agar dapat memecahkan permasalahan kesehatan nasional yang dihadapi bangsa Indonesia. Kegiatan pokok kementerian kesehatan seperti kesejahteraan Ibu dan anak, keluarga berencana, gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit, penyuluhan kesehatan, pengobatan dan penanggulangan kecelakaan, perawatan kesehatan masyarakat, usaha kesehatan sekolah, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jiwa, pemeriksaan laboratorium sederhana, pencatatan dan pelaporan, kesehatan mata, kesehatan olahraga, kesehatan pekerja non formal, pembinaan pengobatan tradisional, dan peningkatan upaya dana sehat masyarakat yang kesemuanya itu butuh peran perempuan yang kuat dan juga sehat. Perempuan bisa berperan sebagai ujung tombak sebagai tenaga kesehatan, tenaga penyuluh maupun kader karena mereka lebih tahu,  lebih dekat dan memegang peran kunci dalam pengorganisasian dan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Penulis: 
Faiz Marzuki
Sumber: 
-