Berita

Pentingnya Pertahanan Keluarga di Bidang Ekonomi, Mencari Peluang Usaha Baru Dimasa Covid-19

PANGKALPINANG - Dr. Devi Valeriani, SE, M.SI Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan sebagian rumah tangga baik pekerja dan usaha tetap beraktivitas seperti biasa.

"Krisis saat ini sangat berdampak berbagai sektor, hanya sektor komunikasi yang tinggi pertumbuhannya," katanya saat Webinar Ketahanan Keluarga Dimasa Pandemi, di Kantor DP3ACSKB, Rabu (30/9/2020).

Kegiatan yang dimotori DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, diharapkan bisa meningkatkan ketahanan keluarga menghadapi pandemi Covid-19. Sebab diperkirakan jutaan orang akan kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.

Sekitar 1/4 pencari nafkah dalam rumah tangga berhenti bekerja pada awal Mei 2020. Ia menambahkan, hal ini tentunya sangat berdampak terhadap ketahanan keluarga. Covid telah membuat kondisi ekonomi keluarga berada di titik terendah.

Adapun cara rumah tangga menghadapi guncangan ekonomi akibat pandemi yakni, mengurangi belanja non makanan dan belanja makanan. Namun ada juga masyarakat meningkatkan pendapatan dengan mencari peluang usaha baru dimasa covid-19.

"Agar mampu bertahan harus bisa  mengubah pola hidup, fleksibel dalam beradaptasi, menjaga keeratan dan kelekatan keluarga. Bisnis dimasa pandemi seperti, makanan, masker kain, handsanitizer, pakat data, pakaian rumahan, jamu hingga jasa online lainnya," jelasnya.

Sementara dr. Fripamaya Muniah, SPPPA Dokter Patologi Anatomi RSUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, jika keluarga kuat maka masyarakat kuat. Seorang ibu mempunyai peran sangat penting, baik saat pandemi maupun tidak pandemi covid-19.

"Bagi ibu yang bekerja, kendati WFH tetap sibuk melakukan aktivitas pekerjaan kantor di rumah. Selain itu, juga melakukan pekerjaan rumah," paparnya.

Hal senada disampaikan A. Feri Susanto, S.Mn. RFP Konsultan Trainer dan Pengawas Yayasan Daarut Tauhid. Ia menjelaskan, agama menjadi solusi dalam menjalani kehidupan. Tentunya manusia harus bisa memaksimalkan peran masing-masing.

Semua orang mempunyai masalah. Jangan khawatir masalah datang, namun yang harus dikhawatirkan tidak bisa mencari solusinya. Contohnya menghadapi masalah covid-19. Tentunya jangan kufur nikmat, sehingga bisa menyikapi masalah dengan positif.

"Respon positif kita menghadapi masalah, itu menunjukkan kadar keimanan. Kita selalu diberikan pilihan, dan tinggal kita menentukannya," ungkapnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
DP3ACSKB Babel
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB