PELATIHAN SISTEM PERLINDUNGAN ANAK TINGKATKAN PERLINDUNGAN ANAK DI BANGKA BELITUNG

PELATIHAN SISTEM PERLINDUNGAN ANAK TINGKATKAN PERLINDUNGAN ANAK DI BANGKA BELITUNG

Di era globalisasi seperti sekarang ini hampir setiap hari terdengar kasus kekerasan yang menimpa anak-anak. Berbagai variasi dan motiv yang menyebabkan terjadinya kekerasan yang berujung pada kematian, bahkan tak jarang hanya karena masalah sepelepun orang tua tega menghabisi nyawa anaknya sendiri. Dilain sisi, banyak sekali peraturan perundang-undangan yang menjamin hak anak, namun pada kenyataannya kekerasan terhadap anak masih terus terjadi, tak terkecuali di Babel. Pada Bulan Oktober 2017  saja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah terjadi 70 kasus  dengan beragam jenis kasus baik kekerasan, pelecehan, dsb. Hal tersebut menunjukkan angka kekerasan yang cukup tinggi terjadi di provinsi ini. Angka kekerasan ini harus ditekan seminimal mungkin dengan berbagai cara agar anak-anak di Bangka Belitung merasa aman dan terlindungi.

Berbagai program coba dilaksanakan seperti program Kota layak anak, perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat dan lain sebagainya. Disamping upaya tersebut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan pelatihan sistem perlindungan anak dengan sasaran perwakilan kabupaten/kota terdiri dari Dinas PPPA dan Bappeda Kab/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta perwakilan Provinsi yang terdiri dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Unit PPA dll sebanya30 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari pada tanggal 17 s/d 20 Oktober 2017 bertempat di Hotel Puncak Pangkalpinang. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menghadirkan pula narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; Dra. Imaniarti Fuad, M.H. selaku Kabid Perlindungan Anak Korban Fornografi, Napza, HIV AIDS beserta 4 orang fasilitator nasional yakni Rrosmalinda, SH, MM (Universitas Sumatera Utara), Hening Budiawati (LSM) dan Ari Yeppi Kusumawati, SE, M.Si (Bappeda Kota Surabaya).

Dalam sambutannya, Kadis P3ACSKB, mengharapkan semoga kegiatan ini benar benar dapat menjadi sarana untuk mendapat pengetahuan membantu dan meningkatkan pemahaman para peserta dalam sistem perlindungan anak serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia terlatih terkait sistem perlindungan anak di Bangka Belitung.// Mar

Sumber: 
Bid PPPA DP3ACSKB
Penulis: 
Martina
Fotografer: 
Martina
Editor: 
Yanuarson