Artikel

Menuju Bangka Belitung Responsif Gender

Sebenarnya predikat Responsif Gender ini sudah pernah kita raih pada tahun 2012 silam. Namun penghargaan itu tak lama bertahan dan prestasi itupun lepas dari tangan. Apa yang dikatakan orang jadi kenyataan bahwa mempertahankan jauh lebih sulit daripada mendapatkan. Di mulai dari pertengahan tahun berjalan, semangat untuk mengembalikan lambang supremasi tertinggi PUG (Pengarusutamaan Gender) tersebut mulai digelorakan lagi. Seluruh potensi dan tenaga dikerahkan demi sebuah penghargaan yang bernama APE (Anugerah Parahita Ekapraya) 2018 jilid baru.

Disebut begitu karena penilaian kali ini lebih spesifik hanya terkonsentrasi pada Implementsi PUG saja tidak memasukkan lagi komponen perlindgan anak di dalamnya seperti pada tahun -tahun sebelumnya. Tantangan lainnya aagi bahwa provinsi harus mampu mengjadirkan kabupayen/kota masuk dalam daftar nominasi sebagai syarat yang mengikat.

Nilai untuk provinsi sangat bergantung dan ditentukan oleh seberapa hasil kabupaten/ kota di bawahnya. Untungnya pada tahun ini ada 2 (dua) kabupaten yang masuk dalam list verifikasi karena grade indikator yang diisi sebelumnya tercapai yaitu Kabupaten Bangka Tengah sebagai pemegang sabuk APE tingkat madya dan saudara tua tapi pendatang baru ikut sebagai nominator yaitu Kabupaten Bangka tentunya bersama Provinsi mengikuti tahapan evaluasi dan verifikasi data di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Acara pembukaan disetting sedemikian rupa agar mampu menarik dan meyakinkan Tim juri independen akan kesungguhan pemerintah daerah dalam urusan ini. Dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai ketua Pokja sesuai arahan tim, meskipun focus beliau sempat terbagi di atas podium saat berita musibah pesawat Lion Jt 610 yang jatuh mencatat ada nama stafnya dalam daftar manifes.

Namun secara umum paparan tersebut cukup berkesan dan terapresiasi memberi point terhadap gambaran kebijakan dan implementasi PUG di provinsi ini yang diamini banyak hadirin. Begitu juga dengan 2 (dua) paparan kabupaten berikutnya. Kesannya semua petinggi daerah concern akan pelaksanaan PUG.

Masuk pada tahapan verifikasi ahapan Pemerintah Provinsi yang diwakili tim driver PUG hasilnya cukup solid dan memukau. Pak Dr. Agung, dkk sepertinya 'melumat' habis seluruh pertanyaan yang diajukan tim penguji dengan sembari memperlihatkan data pendukung dan bukti fisik yang sudah dikondisikan dan disiapkan secara rapih oleh kawan-kawan DP3ACSKB.

Disini terlihat tim penanya merasa cukup terpuaskan. Sepertinya aroma penghargaan itu sudah tercium makin dekat. Itu rayuan, MC kondang, pak Medya dengan bait dan syair pantunnya yang membuat Tim Verifikasi dari KPP-PA RI dan seisi ruangan tersenyum penuh optimis. Begitu juga dengan giliran Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah semuanya menunjukkan komitmen yang sama hebat dan bagusnya sehingga sangat layak bila penghargaan ini disematkan untuk daerah ini pada waktunya.

Adapun agenda pengumuman peraih APE 2018 ini akan dipadukan pafa Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) Tingkat Nasional yang tahun ini akan diselenggarakan di Kota Padang Sumatera Barat pada tanggal 22 bulan Desember akhir tahun ini.

Ibarat anak sekolah peserta ujian sekarang masih dalam masa menunggu hasil ujian. Belum ada bocoran lolos apa tidak, berhasil atau belum semuanya kita serahkan kepada Allah SWT lewat tangan tim penilai untuk berkenan menetapkan sebagai bagian dari sang juara.

Meskipun menjadi champion bukanlah segalanya, sebab terkadang seorang pemain ataupun tim memperoh kemenangan karena faktor keberuntungan, belas kasihan dan lain-lain, tentu kita menghendaki itu terjadi di game kali ini, kita ingin semuanya berjalan dengan fair play, dalam semangat sportivitas yang tinggi, mengikuti role of the game yang ada, transparansi jauh dari kolusi dan sebagainya.

Setelah proses ini semua baru hasil akan kita terima, Proses tidak mengkhianati hasil. Itu lebih kurang nya. Dan target itu sangat mungkin untuk Bangka Belitung menuju Responsif Gender 2018, semoga..

Penulis: 
Nuryadin
Sumber: 
DP3ACSKB