Berita

Menteri Yohana Apresiasi Komitmen APSAI Jadikan Indonesia Layak Anak

Jakarta-- Menteri PPPA Yohana Yambise hadir  pada sesi siang rakor Asosiasi Perusahaan Anak Indonesia (APSAI) di Hotel Pullman Jakarta Senin (18/2/2019). Dalam sambutannya Menteri Yohana menyampaikan ucapan terima kasih kepada APSAI atas komitmen jadikan *Indonesia Layak Anak (IDOLA) pd 2030*.

"Ke depan program KPPA akan lebih perhatian terhadap upaya penguatan keluarga, perlindungan anak terutama anak perempuan dan kembali meningkatkan partisipasi & dukungan laki2 terhadap perempuan (He For She)" terang Yohana. 

Ketua APSAI tingkat Nasional Luhur Budijarso saat menyampaikan laporan ketua APSAI menyebutkan bahwa bagi perusahaan yang layak anak akan diberikan Penghargaan Anugerah Pelangi, Anugerah Pelangi ini sudah diberikan dari tahun 2013 yakni (2013, 2015, 2017) dan Luhur mengapreasiasi anggota APSAI dan berharap tetap istiqomah sesuai tujuan awal dibentuknya APSAI. Penghargaan Pelangi ini diberikan untuk perusahaan yang menerapkan tiga prinsip APSAI yaitu memiliki kebijakan yang ramah anak, menghasilkan produk ramah anak dan program-program perusahaan yang ramah anak.

Pada rakor APSAI kali ini juga menghadirkan keynote speaker Linda Gumelar yang merupakan Menteri PPPA pada masa jabatan tahun 2009-2014 pada kabinet Indonesia Bersatu II.  Linda membahas tentang sejarah berdirinya APSAI yaitu pada tahun 2011 yang hanya beranggotakan 5 perusahaan dan bangga saat ini (2019) sudah menjadi 545 perusahaan yang tergabung dalam APSAI dan concern terhadap perlindungan anak.

"APSAI hadir dalam upaya mengedukasi dan ingin memberikan perubahan pada mindset dunia usaha sehingga muncul empati dan makin tergerak untuk membantu anak terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan bukan hanya sebatas Corporate Social Responsibility (CSR) saja, dan dengan adanya APSAI ini juga diharapkan menjadi *preasure group*  untuk mendorong pemerintah dalam mengupayakan perlindungan anak" jelas Linda. 

Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPA Lenny Rosaline membahas tentang pemenuhan indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dengan memenuhi 5 clusternya yaitu cluster hak sipil dan kebebasan, cluster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif,  cluster kesehatan dasar dan kesejahteraan anak yang berkebutuhan khusus,  cluster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta cluster perlindungan khusus. 

Lenny juga menghimbau agar segera kejar pembentukan APSAI di seluruh Kabupaten/Kota yang Layak Anak (KLA) , menurutnya saat ini APSAI baru dibentuk pada 20 KLA, sedangkan saat ini sudah sebanyak 415  Kab/kota yg berpredikat Kota Layak Anak dengan berbagai kategori.

Terkait himbauan Deputi Tumbuh Kembang Anak Lenny, Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti berharap Kabupaten/Kota di Bangka Belitung terutama yang telah menyandang predikat KLA dapat segera membentuk APSAI tingkat kabupaten kota dan Pemerintah Provinsi akan memfasilitasi terbentuknya APSAI Provinsi agar pihak pemerintah dan pihak swasta dapat memaksimalkan sinergisitas untuk mewujudkan Bangka Belitung menjadi Provinsi Layak Anak (Provila).

"Sosialisasi dan pembentukan APSAI Kabupaten/Kota di Bangka Belitung akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat mengikuti jadwal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan APSAI tingkat Nasional" tambah Susanti

Pada kesempatan ini, APSAI Kabupaten Dumai Riau dan Kabupaten Gianyar Bali juga turut memberikan paparan yakni membagi pengalaman mengenai sejauh mana peran APSAI di daerah masing-masing dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat luas tentang perlindungan anak serta ikut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Dp3acskb
Editor: 
Lisia ayu
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB
Tags: 
KLA | bangka belitung | APSAI