Berita

Masa Pandemi Covid-19, Selain Membina Anggota Keluarga Harus Bisa Membina Ekonomi Keluarga

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. Erzaldi Rosman, SE. MM menyarankan, selain bisa membina anggota keluarga, juga harus bisa membina ekonomi keluarga. Sebab dimasa pandemi covid-19 seperti saat ini, harus memperkuat pondasi ekonomi demi keutuhan keluarga.

"Sekarang orangtua tertantang untuk mempersiapkan genarasi di tatanan baru," kata Gubernur saat Pencanangan Bakti Sosial PKK, KB, Kesehatan dan Peringatan Hari Kontrasepsi Nasional, di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (8/9/2020).

Jika orangtua tidak siap, jelasnya, akan berdampak kurang baik bahkan bisa kehilangan satu generasi. Namun sejumlah program telah dipersiapkan untuk memperkuat pondasi keluarga. Seperti program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (BanggaKencana).

Program Dai Umat menjadi salah satu upaya memperkokoh pondasi keluarga. Gubernur menjelaskan, program ini melakukan pembinaan perkawinan, perselisihan dan perceraian. Program ini sudah terbukti berhasil, sebab bisa menekan angka pernikahan dini.

"Program ini juga bisa menahan gerakan paham radikalisme serta berfungsi sebagai penghulu. Jika pernikahan dini bisa ditekan, maka berdampak terhadap kasus stunting," jelasnya.

Kegiatan kali ini mengusung tema "Gerakan Keluarga dan Masyarakat melalui Program Bangga Kencana untuk Hidup Sehat Menuju Bangka Belitung Sejahtera". Berbagai aktivitas meramaikan kegiatan ini di antaranya, pelayanan KB, klinik Puspaga, pelayanan pembuatan KIA dan pelayanan IVA test.

Selain itu, terdapat gelar dagang  terdiri dari industri rumahan, Iwapi, Perwira, UP2K PKK, UPPKS. Tampak sejumlah produk makanan hingga pakaian tersedia. Pelaksanaan kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan, hal tersebut untuk mengindari pemaparan Covid-19.

Sebelumnya Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi, SH menjelaskan program PKK bertujuan agar bisa mencapai keluarga sehat sejahtera. Selain itu bisa meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencapai kesejahteraan keluarga.

Tak hanya itu, PKK juga melakukan pembinaan Pokja posyandu. Ia menambahkan, dengan menjalankan program PKK diharapkan dapat meningkatkan jumlah kader, peserta KB baru dan KB aktif serta meningkatkan kualitas ketahanan keluarga.

"Meningkatkan kepedulian masyarakat untuk hidup sehat, pengguna KB baru dan meningkatkan pelayanan kesehatan," harapnya.

Hal senada dikatakan Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN RI Muhtar Bakti, SH, MH. Ia mengatakan, awal tahun ini telah melakukan referendum BKKBN dengan membawa target strategis dan dinamis, seperti perencanaan penurunan kasus stunting.

Hal ini membuat lebih fokus terhadap pelayanan KB dan manajemen program Bangga Kencana dari pusat hingga daerah. Ia menjelaskan, sedangkan untuk pemanfaatan data berfokus pada segmentasi dengan memanfaatkan teknologi informasi.

"Perbedaan di masing-masing wilayah dapat dimanfaatkan untuk menetapkan kebijakan program Bangga Kencana. Keberhasilan pembangunan membuat masyarakat peduli terhadap fasilitasi kesehatan serta upaya meningkatkan gizi," paparnya.

Sementara Dra. Susanti M.AP Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini. Salah satunya, membuat kartu identitas anak. Sebab kartu identitas ini sangat penting bagi anak.

"Selain itu bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan serta pelayanan KB. Kegiatan ini juga melibatkan UMKM, sehingga banyak produk hasil UMKM dipasarkan di sini," jelasnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
DP3ACSKB Babel
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB