Berita

Komunikasi dalam Keluarga Harus Efektif, Orangtua Harus Memegang Peran Sebagai Affection Trainer

PANGKALPINANG - Dr. Atwar Bajari, Drs. M.Si Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fikom Universitas Padjadjaran mengatakan komunikasi harus bisa meraih, kemudian komunikasi harus bahagia. Untuk itu, semua anggota keluarga harus komunikatif.

"Keluarga adalah sistem. Tidak hanya satu orang yang komunikatif, melainkan harus semua anggota keluarga komunikatif," jelasnya saat menyampaikan materi Webinar Komunikasi Asyik dengan Anak dalam Keluarga, Kamis (8/10/2020).

Saat ini kesulitan bukan hanya pada sektor ekonomi, namun juga persoalan keluarga. Ia menambahkan, 52 persen orang tua mengalami stres selama pandemi covid-19. Karena keluarga saat ini menghadapi dunia baru.

Orang tua harus berhadapan dunia daring, sehingga harus familiar dengan teknologi. Jadi orang tua sekarang ini harus multitalenta, multitasking. Sebab orang tua harus mempersiapkan semuanya.

Setiap keluarga mempunyai sistem komunikasi berbeda-beda. Ia mencontohkan komunikasi anak-anak jalanan. Ketika sistem keluarga tidak utuh, maka anak-anak berusia 10 tahun, tapi sudah berpikir seperti orang berusia 20 tahun.

Anak-anak ini belajar dari orang yang tidak sesuai dengan usianya. Ini dikarenakan orang tua dan anak hidup sendiri-sendiri. Untuk itu, komunikasi harus dihadapi dengan kaidah-kaidah tersendiri.

"Harus ada komunikasi yang bisa membentuk keluarga harmonis. Komunikasi harus dijangkau, sehingga menjadi terlatih. Orang tua harus memegang peran sebagai affection trainer," jelasnya.

Membutuhkan strategi komunikasi baru di era pandemi covid-19. Ada beberapa hal perlu diperhatikan dalam berkomunikasi, sebab komunikasi mempunyai peranan penting menyelesaikan persoalan bersifat alami komunikasi manusia.

Komunikasi yang baik mampu mencitrakan kondisi seseorang. Komunikasi lebih berkaitan dengan bagaimana mempersepsikan seseorang, karena komunikasi lebih kepada menafsirkan.

"Komunikasi dalam keluarga jangan terjebak dalam fisikal, namun harus mampu mempersepsikan kondisi. Komunikasi dalam keluarga berkaitan dengan rasa," ungkapnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
DP3ACSKB Babel
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB