Berita

INGIN WUJUDKAN BANGKA SELATAN KLA, INI PESAN RIZA

TOBOALI-- Ada 24 indikator untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) sesuai dengan kluster pemenuhan hak anak dan saya harap semua OPD dan stakeholder yang hadir disini bisa mengupayakan koordinasi yang maksimal untuk mewujudkan 24 indikator ini agar Bangka Selatan menjadi KLA.  

Demikian diungkapkan oleh Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Penguatan Fungsi Gugus Tugas KLA di Balai Daerah Toboali Senin (25/3/2019) yang juga menghadirkan Kepala DP3ACSKB Provinsi Bangka Belitung Susanti sebagai narasumber. 

"Ini anggap saja saya sudah menginstruksikan kepada seluruh pihak yang hadir terutama OPD yang merupakan bagian gugus tugas KLA ini agar dapat langsung melakukan koordinasi dalam mewujudkan KLA ini" ujarnya Riza. 

Riza juga berharap hak sipil anak berupa kepemilikan kata kelahiran lebih diperhatikan dan partisipasi anak-anak juga harus dilibatkan dalam hal yang positif dengan mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan pemerintahan. 

"Saya mau semua OPD di Bangka Selatan ini saling sinkronisasi terkait data-data yang dibutuhkan, karena kita pada posisi terbuncit paling rendah nilai KLA nya,  kita harus berupaya mengejar ketertinggalan kita"harapnya. 

Riza menjelaskan pada kluster kedua ada lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif,  salah satu masalah yang dihadapi yaitu perkawinan anak, OPD mana saja yang bertanggung jawab,  lembaga pengasuhan,  infrastruktur yang ramah bagi anak-anak juga harus diperhatikan. Kesehatan dasar, untuk dinas Kesehatan perhatikan lagi persalinan di fasilitas kesehatan,  gizi,  sanitasi dan pelayanan yang ramah anak termasuk kawasan tanpa rokok agar KLA bukan hanya mimpi. 

Riza menekankan perlunya kerjasama setiap OPD merupakan kunci terwujudnya KLA di Bangka Selatan ini, dan juga semua pihak seperti dunia usaha, lembaga masyarakat,  tokoh agama, media massa, pemerhati anak, kepolisian juga harus terlibat dan saling berkoordinasi,  karena apabila ada satu saja OPD yang tidak bergerak dan tidak mengumpulkan data maka KLA akan susah terwujud. 

Senada dengan yang diungkapkan Riza,  Susanti juga mengatakan KLA ini merupakan suatu sistem yang mewajibkan semua pihak terlibat dan bergerak secara bersama. 

"Saat ini kita dalam masa evaluasi dan batas waktunya tinggal sepuluh hari lagi, penginputan sudah dilakukan sejak 16 maret dan berakhir 5 April, surat-surat, MOU, SK, kebijakan,  data,  ruangan dan fasilitas yang sudah disediakan bagi pemenuhan hak anak bisa dikumpulkan dan diinput datanya terutama dinas kesehatan ini saya kira bisa menyumbang 200 point" jelasnya. 

Susanti juga mengungkapkan saat ini kasus kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang-orang terdekat,  fasilitas anak seperti taman bermain pun harus diperhatikan keamanan dan keramahannya bagi anak-anak. 

"Segera bentuk tim karena waktu tinggal sepuluh hari,  tidak bisa mengandalkan operator saja. Untuk tingkat pratama nilainya harus 500, dan Bangka Selatan sampai dengan pagi tadi hanya 6 point" jelasnya.

Lebih jauh Susanti menyebutkan angka perkawinan anak di Bangka Belitung ini merupakan rangking ketiga tertinggi secara nasional penyumbangnya salah satunya Bangka Selatan, disini juga perlu peranan forum anak Bangka Selatan agar bisa menjadi Pelopor dan Pelapor untuk mengurangi angka perkawinan anak.

"Mari kita wujudkan Bangka Selatan menjadi Kabupaten Layak Anak, dimulai dari kecamatan layak anak,  dari desa kelurahan layak anak,  keluarga layak anak sehingga terwujud Provinsi yang layak anak dengan memahami bahwa semua anak adalah anak kita" tambahnya

 

 

 

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Lisia ayu
Editor: 
Bidang PPPA
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB