Berita

HAK TUMBUH KEMBANG ANAK DALAM KESEHATAN

Di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia terdapat Deputi yang membidangi  tumbuh kembang anak.  Di deputi Tumbuh Kembang anak ini menangani masalah pertumbuhan dan perkembangan anak dari berbagai sudut pandang termasuk kesehatan. Hak anak untuk memperoleh Pelayanan Kesehatan sebenarnya telah di Undang-Undangkan yaitu dimulai dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak yang  pada dasarnya diperuntukkan kepada orang dewasa agar tidak melakukan pengabaian, kekerasan terhadap anak ataupun sejenisnya. Landasan dari Undang-Undang Perlindungan anak ini adalah Pancasila dan UUD 1945  yang menjelaskan  tujuan pembangunan nasional.“Tujuan pembangunan kesehatan adalah  meningkatkan kesadaran, kemamuan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat terwujud derajat derajat kesehatan masyarakat yang optimal”Tujuan ini lebih menekankan  bahwa orang dewasa disamping lebih memperhatikan dirinya juga orang-orang disekitarnya diantaranya anak  untuk selalu hidup sehat agar dapat hidup sebagai penurus cita-cita bangsa yang diembang oleh orang dewasa.

Dalam UU no 23 tahun 1992 ( pasal 2) yang sekarang sudah diamandemen menjadi UU Nomor. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan juga  telah menjadi untaian harapan dalam pembangunan kesehatan  dan perhatian pada anak yaitu  keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis” 

Demikian juga dalam Undang-Undang  nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah “pasal 14,ayat 1. urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota diantaranya  ”penanganan bidang kesehatan dan  Penanggulangan masalah sosial”. Wujud nyata dari  Undang-Undang  nomor 32 tahun 2004 adalah Peraturan Presiden no. 7 tahun 2005 tentang RPJMN 2004-2009 “bab 28 tentang peningkatan akses masyarakat terhadap kesehatan berkualitas disebutkan bahwa pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu  hak dasar rakyat, yaitu hak untuk  memperoleh pelayanan kesehatan” tentunya disini anak-anak dalam berbagai kelompok umur diatas mempunyai Hak Optimal untuk memperoleh pelayanan kesehatan daripada kewajiban yang belum seharusnya  mereka emban.

Dengan dasar beberapa  Undang-Undang tersebut diatas maka anak dan haknya  dalam pelayanan kesehatan harus dibijaksana bahwa ”Anak – mulai dari dalam kandungan sampai usia 18 tahun- harus dilindungi (fisik, jiwa dan sosial) agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan harkat dan martabatnya. Anak juga disiapkan supaya mempunyai kemauan, kesadaran dan kemampuan untuk  siap  menerima tangkat estafet pembangunan bangsa dan kesejahteraan dari generasi tua”. Tujuannya dari masalah ini jelas  yaitu pemerintah terutama yang bertanggung jawab terhadap kesehatan diharapkan dapat memberikan Peningkatan Status Kelangsungan Hidup Anak tentunya dimulai dari masa perinatal sampai dengan anak berusia 18 tahun. Keberhasilan upaya ini pada dasarnya merupakan gambaran  pembangunan kesehatan  kedepan terhadap kelangsungan hidup anak  atau generasi yang akan datang di suatu wilayah. Upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan melindungi anak yang dapat menggangu kesehatan anak sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan oleh instansi terkait (Departemen Kesehatan ) diantaranya  melalui pelaksanaan Program dan Kegiatan sebagai kewajiban Pemerintah dalam mewujudkan pencapaian Ha-Hak Anak dalam Pelayanan Kesehatan diantaranya

  1. Mempersiapkan   ibu dengan persalinan yang aman
  2. Pemberian ASI Eksklusif yang dimulai secara dini (Inisiasi Dini)
  3. Imunisasi dan  Pemantauan Tumbuh Kembang Balita
  4. Pemenuhan Asupan Gizi yang optimal
  5. Pemeliharaan kesehatan bagi anak yang mengalami kelainan.
  6. Deteksi Stimuasi Dini Intervensi Tumbuh Kembang Anak
  7. Pemantauan Tumbuh Kembang Anak SD
  8. Kesehatan Reproduksi Remaja dan upaya kesehatan lainnya misalnya perlindungan anak dari NARKOBA dan AIDS.

Namun demikian walaupun telah dirumuskan dan dilaksanakan  program dan kegiatan untuk memperhatikan anak dan  memenuhi hak anak dalam pelayanan kesehatan, fakta di lapangan masih banyak ditemukan masalah-masalah anak, sebut saja di Kabupaten Polewali Mandar Angka Kematian Perinatal  masih merupakan angka tertinggi dari seluruh kematian yang ada. Di perlukan keterlibatan semua stakeholader agar masalah –masalah anak dapat diatasi ditahun-tahun berikutnya, agar anak selalu dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta kreatifitas dengan mudah dapat diwujudkan.

Kesimpulannya adalah bahwa tumbuh kembang anak dewasa ini ini lebih ditekankan pada menumbuh-kembangkan kreatifitas anak, namun demikian kreatifitas anak akan sulit berkembang kalau anak dalam keadaan tidak sehat. Anak dalam keadan tidak sehat karena Hak-Haknya  untuk memperoleh pelayanan kesehatan  tidak maksimal bahkan ada diantara mereka yang kekurangan gizi bahkan meninggal. Pemahaman akan Hak anak dalam pelayanan kesehatan akan lebih dimengerti jika anak di kelompok berdasarkan kelompok umur.  Anak ( Bayi ) yang masih dalam kandungan  tidak dituntut kewajiban tetapi yang ada hanya Hak untuk dapat dilahir dengan aman dan sehat. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan kewajiban sudah mulai bisa diajarkan sampai dengan usia 18 tahun, matang dan mandiri untuk bisa menerima tongkat estafet cita-cita bangsa. Anak dan Haknya terhadap pelayanan Kesehatan ini telah dilindungi Oleh Undang-Undang dan berbagai peraturan yang ada di Indonesia. (Faiz)

Sumber: 
-
Penulis: 
Faiz Marzuki
Fotografer: 
-
Editor: 
Dolly/Yan
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB