Artikel

HAK ANAK DALAM ISLAM

Anak adalah generasi dan penerus bangsa yang akan datang. Seiring berjalannya waktu, anak akan tumbuh berkembang dan semakin dewasa. Tentulah dalam tumbuh kembangnya, anak akan menghadapi dan melalui banyak hal dalam hidupnya. Di era milenial ini tidak sedikit orang tua yang kurang memperhatikan anaknya sehingga berdampak pada tingkah laku keseharian anak. Banyak anak di usia balita yang sudah bermain game di media elektronik maupun Play Station bahkan anak usia Sekolah Dasar sudah mengenal media sosial bernama Facebook sebelum batas usia minimal yang seharusnya untuk bergabung dengan jejaring pertemanan tersebut.

Ironisnya anak masa kini justru tumbuh menjadi anak yang cenderung anti sosial karena diperkenalkan dengan permainan digital seperti PlayStation dan permainan dalam gadget orang tuanya atau bahkan gadgetnya sendiri. Maka jangan terkejut apabila tidak sedikit anak masa kini asyik dengan permainan dalam jaringan online. Sedih rasanya melihat kondisi anak zaman sekarang yang lebih mengenal dan suka menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, selain itu munculnya perkelahian anak yang bahkan berujung kematian, dan kekerasan fisik terhadap anak.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua yang bertanggung jawab kepada anaknya harus mampu memenuhi dan menyampaikan hak-hak anak sebagaimana mestinya. Adapun hak-hak anak yang harus dipenuhi antara lain:

1. Mendidik anak dengan baik Anak jangan sampai dibiarkan berkembang tanpa disertai dengan pendidikan, baik secara formal maupun non formal. Sekolahkan anak di sekolah-sekolah yang di dalamnya diajarkan pula agama Islam. Sama halnya ketika diluar sekolah anak perlu dibimbing dan diarahkan menuju kebaikan.

Sejak kecil tanamkan pengertian kepada anak bahwa Tuhan yang wajib disembah adalah Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah yang terakhir. Beliau dilahirkan di Mekah dan di makamkan di Madina. Ajarkan salat kepada anak setelah dia genap berusia tujuh tahun, dan pukullah sebagai pengajaran jika dia meninggalkan salat sementara dia berumur genap sepuluh tahun.

Rasulullah Saw. Bersabda: “Orang yang mendidik anaknya itu lebih baik baginya daripada ia bersedekah satu sha’ (beras atau gandum setiap hari).”(HR. Tirmidzi)

2. Memberikan pelajaran budi pekerti yang mulia Betapa pentingnya budi pekerti yang baik itu bagi seseorang. Jika ada orang ingin dipercaya, dihormati dan berwibawa, maka berbudilah yang baik dan sopan kepada siapa saja yang diajak bergaul. Untuk itu, tugas orang tua kepada anaknya adalah menanamkan budi pekerti yang mulia sejak kecil. Berikan contoh bagaimana semestinya berhadapan dengan orang tua, dengan guru dan orang yang lebih tua daripadanya. Dan bagaimana semestinya bergaul dengan saudara-saudaranya serta dengan teman-temannya. Jangan dibiarkan berlarut-larut anak berbuat tidak sesuai etika dan sopan santun. Begitulah tugas orang tua sebagai cerminan rasa kasih sayang kepada anak. Rasulullah Saw. Bersabda: “Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih utama daripada budi pekerti yang baik.”(HR. Tirmidzi)

3. Mengajarkan kepada anak segala sesuatu yang bisa memberi manfaat kepada agamanya, tanah airnya dan sumber penghidupannya. Tidak mungkin orang tua akan kuat memegang agamanya kalau sebelumnya tidak di didik dengan agama sejak kecil. Bilamana anak sejak kecil sudah diajari dan dibiasakan menjalankan kewajiban agama, sudah barang tentu dia akan teguh melaksanakan tugas kewajiban agamanya, meskipun dalam keadaan terjepit. Itulah sebabnya maka Luqman tidak henti-hentinya menasehati anaknya agar tetap menjalankan salat dan amar ma’ruf nahi munkar.

Allah telah berfirman di dalam surat Luqman ayat 17: “Wahai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah(manusia) mengarjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkat dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itutermasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Sudahkah kita turut andil dalam mengawasi dan berkontribusi untuk perkembangan positif anak tersebut agar menjadi generasi yang lebih baik? Anak bangsa yang berlomba dengan zaman yang terus berkembang juga tanggung jawab kita bersama selain pemerintah. Menjadi contoh teladan dalam menghargai budaya bangsa dan sikap laku adalah hal paling sederhana yang bisa kita perbuat. Selain itu, tentu saja banyak hal yang bisa kita lakukan demi kemajuan anak-anak bangsa.

Contoh sederhana seperti menjadi teman curhat anak, bermain bersama, bersentuhan langsung, menyediakan waktu, membacakan cerita untuk anak adalah hal-hal kecil yang semua orang bisa lakukan dan disukai anak. Perhatian terbesar dan hadiah terbaik kepada anak bukan dengan memberikan materi, barang atau membuat kebijakan, tetapi memberikan waktu untuk selalu dekat dengan mereka.

Penulis: 
Tasya Eliani
Sumber: 
DP3ACSKB
Tags: 
Anak | Islam | hak