Berita

Hadiri APSAI 2019, Ini Harapan Susanti untuk Babel

Jakarta-Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti menghadiri Rakornas Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) 2019 di Hotel PULLMAN Jakarta pada Senin (18/02/19).

Kehadiran Susanti dalam Rakornas APSAI 2019 ini untuk melakukan koordinasi dengan APSAI pusat sehingga selanjutnya sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi dapat memfasilitasi terbentuknya APSAI di Kab/Kota. Hal ini dilakukan guna percepatan terwujudnya Provinsi Layak Anak (Provila).

"Terdapat 4 pilar besar yang berperan dalam mewujudkan Provila yaitu Pemerintah, Masyarakat, Media Massa dan Dunia Usaha. Oleh sebab itu sangat penting bagi Pemprov untuk berkoordinasi dengan APSAI agar terwujud dukungan penuh dari dunia usaha demi Babel Provila", jelas Susanti.

Dalam Rakornas ini, APSAI mengangkat tema 'Peran Dunia Usaha dalam Mengatasi Stunting dan Masalah Lain dalam Pemenuhan Hak Anak'. Selain pihak pemerintah, turut hadir perwakilan dari dunia usaha dan anggota APSAI dari 16 kab/kota di Indonesia. Diharapkan melalui Rakornas 2019 ini perusahaan dan dunia usaha mengetahui hak-hak anak dan mengaitkannya dengan upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan dunia usaha untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak di Indonesia.

APSAI sendiri merupakan lembaga independen yang dapat menentukan kriteria kelayakan sebuah perusahaan terhadap pemenuhan hak-hak anak dan mengukur kelayakan sebuah perusahaan yang layak bagi anak. APSAI didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, APSAI juga didukung oleh organisasi-organisasi perlindungan anak, seperti UNICEF, Save The Children, dan sebagainya. APSAI bertujuan untuk memperhatikan kesejahteraan anak-anak Indonesia.

APSAI menjadi wadah sinergi dan percepatan upaya perlindungan anak terutama untuk memastikan peran serta sektor swasta di Indonesia. Sektor swasta memiliki peran strategis untuk menjadi mitra pemerintah, yang bersama anggota masyarakat dan berbagai instansi berbasis komunitas lainnya, bersama-sama membentuk tiga pilar utama penggerak pembangunan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Dp3acskb
Fotografer: 
Dp3acskb
Editor: 
Lisia ayu
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB