Berita

Gelar Rapat Percepatan Pangkalpinang KLA, Ini Kata Molen

PANGKALPINANG--Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mendampingi agenda Deputi Menteri bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlinduangan Anak (PPPA)  RI Lenny N Rosalin. Kali ini Lenny menjadi narasumber pada acara Rapat Percepatan Kota Pangkalpinang Menjadi Kota Layak Anak Jumat (1/3/2019) di ruang pertemuan kantor Walikota Pangkalpinang.

Saat memberikan sambutan, Maulan Aklil (Molen) mengatakan Kota Pangkalpinang saat ini terus berbenah dan agenda kita terus bertambah.

"saya memang ingin bertemu langsung dengan ibu deputi dan ibu susanti, terkait Kota Layak Anak, saya malu kita Kota Pangkalpinang etalasenya Bangka Belitung ibukota Bangka Belitung tapi kategori KLA Pratama pun belum tercapai"ungkapnya.

Molen berharap di zaman kepemimpinannnya, Kota Pangkalpinang bisa menjadi Kota yang Layak Anak.

"untuk itu bu Lenny dan bu Susanti, saya mohon bimbingan dan arahannya agar Pangkalpinang bisa menjadi Kota yang Layak Anak"tambah Molen.

Beliau juga berharap kepala OPD dan stakeholder yang hadir bisa memanfaatkan momen ini dengan menyerap sepenuhnya ilmu yang diberikan oleh Deputi Tumbuh Kembang Anak ini.

Lenny mengatakan untuk menjadi Kota Layak Anak tidak selalu harus step by step berdasarkan kategori,namun bisa juga mencapai loncatan-loncatan seperti langsung ke kategori madya.

"Pangkalpinang sudah sangat potensial menjadi Kota Layak Anak sebenarnya,tergantung pak Walikota mau start darimana, apakah dari tingkat rt, rw, kelurahan, kecamatan atau dikoordinasikan langsung di tingkat kota yang penting semua stakeholders tahu apa yang harus dilakukan" ujar Lenny.

"Ini merupakan kerja bersama atau kerja keroyokan,pada konvesi anak dinyatakan 'no child left behind, no one left behind' tak ada satupun anak tertinggal dan tidak ada satupun yg tertinggal tidak melakukan apapun"ujar Lenny.

"Hanya ada lima kluster yang harus menjadi perhatian, kluster satu ini ada pada diri anaknya yakni anaknya kita kuatkan, kluster dua lingkungan keluarga yakni keluarga dan lingkungan yang kita kuatkan, kluster tiga dibikin sehat anak-anak kita, kluster empat dikuatkan ditingkat sekolah, kalau kita tidak kuat di kluster pencegahan 1,2,3,4 maka kita akan panen di kluster 5 yakni anak sudah terlanjur menjadi korban dan untuk pemulihan fisik dan psikis akan membutuhkan waktu yang lama" terang Lenny.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Lisia ayu
Editor: 
Kabid PPPA
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB