Berita

DP3ACSKB GELAR BIMTEK PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN& PEMBINAAN ORGANISASI WANITA

SUNGAILIAT-- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Data Kependudukan Untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  dan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kota serta Pembinaan Organisasi Perempuan Tingkat Provinsi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Selasa (3/9/2019) di Hotel Novilla Sungailiat.

Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti mewakili Gubernur untuk membuka dua kegiatan ini sekaligus.

Susanti mengatakan hak akses pemanfaatan data kependudukan merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2015 tentang persyaratan, ruang lingkup,  dan tata cara pemberian hak akses serta pemanfaatan NIK, data kependudukan dan KTP El.

"Untuk memperluas pemanfaatan data kependudukan bagi semua sektor, Pemerintah Provinsi kita melalui DP3ACSKB telah melakukan perjanjian kerja sama (PKS)  kepada seluruh OPD Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan akan terus menindaklanjuti implementasi pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing OPD", tuturnya.

Susanti menyebutkan bahwa implementasi PKS ini yakni dengan melakukan kerja sama dengan Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memanfaatkan data kependudukan pada sistem untuk mendata pajak kendaraan bermotor.

"Selain itu pemanfaatan NIK dan Nomor KK juga bisa untuk bantuan sosial, pelatihan keterampilan di Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bantuan modal (KUMKM), jaminan pendidikan, jaminan kesehatan serta sektor lainnya seperti dunia perbankan", terang Susanti. 

Untuk peserta pembinaan organisasi perempuan Susanti menegaskan bahwa perempuan memiliki peranan penting dan signifikan dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Kita kaum perempuan sudah selayaknya memanfaatkan potensi ini karena kita telah diberikan hak kebebasan yang luas untuk berkreasi dan berkarya demi kemaslahatan bersama", jelasnya.

Susanti juga berharap melalui kegiatan ini para organisasi perempuan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat membantu pemerintah mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi kaum perempuan di Bangka Belitung serta memberikan manfaat bagi masyarakat Bangka Belitung.

"Pesan saya dimanapun ibu-ibu menjadi pengurus organisasi perempuan, jadilah pengurus organisasi yang dapat memberikan manfaat dan menjadi suri tauladan bagi organisasi tersebut pada khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya", tutup Susanti. 

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Novrianto
Editor: 
Kabid Dukcapil & Kabid PKHP
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB