Berita

DP3ACSKB Dampingi Kunjungan KPPPA RI ke Desa Lontong Pancur

 

Pangkalpinang-Perwakilan KPPPA RI mengunjungi Desa Lontong Pancur pada Rabu (26/12/18) bersama bidang PKHP DP3ACSKB Provinsi Kep.Bangka Belitung. Kunjungan ini merupakan evaluasi dan monitoring KPPPA terhadap pelaksanaan PUSPA di Desa Lontong Pancur. Desa ini sendiri merupakan Locus Utama PUSPA Serumpun Sebalai di Kota Pangkalpinang. Evaluasi dan monitoring dari KPPPA RI dilaksanakan di kantor Kelurahan Lontong Pancur. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua PUSPA Serumpun Sebalai Kartika Sari. Hadir masyarakat Desa Lontong Pancur yang terdiri atas kaum ibu, remaja, dan anak-anak.

Pada kegiatan ini, diadakan dialog antara perwakilan KPPPA RI dengan masyarakat Desa Lontong Pancur yang mendapatkan pelatihan dari PUSPA Serumpun Sebalai. "Kehadiran kami disini untuk mengevaluasi dan monitoring terkait program dan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan PUSPA disini selain itu juga untuk mengetahui apakah disini PUSPA masih diperlukan," jelas Perwakilan KPPPA RI Santi.

Pada kegiatan ini, para pokja melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Salah satunya Pokja Anak yang mengungkapkan bahwa PUSPA Serumpun Sebalai telah membentuk Sanggar Serumpun Sebalai yang terdiri atas 8 kegiatan khusus anak, seperti sanggar tari dan kursus bahasa inggris untuk anak. Selain itu, dilaporkan juga tentang pelatihan yang dilaksanakan untuk ibu-ibu, seperti pelatihan merajut dan membuat kerajinan tangan.

Pada kegiatan ini, turut hadir plt.Lurah Lontong Pancur Dedi Candra. "Kita berharap kegiatan PUSPA tetap berlanjut, karena ini sangat memberikan dampak positif untuk ibu-ibu disini,"ungkap Dedi.

Masyarakat Desa Lontong Pancur juga menyampaikan kesannya terhadap program PUSPA.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih karena PUSPA telah memberikan dampak yang baik untuk kami, kami jadi bisa belajar dan memiliki keterampilan baru, kalau bisa kegiatan ini tetap dilaksanakan di tahun selanjutnya," ungkap anggota PUSPA Desa Lontong Pancur Yustina.

Selanjutnya, perwakilan KPPPA RI juga menanyakan apa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung dan tanggapan dari masyarakat adalah mereka sangat merasakan manfaat dari PUSPA ini.

"Kalau bisa, ibu-ibu setelah ini memikirkan pelatihan apa yang ibu-ibu ingin dapatkan di tahun 2019," jelas Kartika Sari. Dan kaum ibu Desa Lontong Pancur menjawab bahwa mereka membutuhkan pelatihan menjahit.

"Mungkin bisa ditambahkan nanti penambahan peningkatan kapasitas dan pengetahuan diri untuk orangtua dan anak, seperti pengetahuan tentang hak-hak anak sehingga peningkatan kapasitasnya semakin meluas," tambah perwakilan KPPPA RI Putri.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Tasya Eliani
Fotografer: 
Tasya Eliani
Editor: 
Lisia Ayu
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB
Tags: 
Puspa | bangka belitung