Berita

CEGAH STUNTING, INI KOMITMEN KABUPATEN BANGKA

SUNGAILIAT-- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah menghadiri sekaligus membuka acara Gerakan Pengasuhan Menjadi Orangtua hebat dalam Rangka Pencegahan Stunting di Desa Penagan Kabupaten Bangka Jumat(15/3/2019). Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti turut hadir mendampingi Wakil Gubernur Fatah. Acara ini juga turut dihadiri oleh Prof. Fasli Djalal,Inspektur Utama BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Kepala OPD Pemprov Babel, Kepala OPD Pemkab Bangka, camat Mendo Barat, dan Kades Penagan. Wakil Gubernur Fatah mengapreasiasi komitmen Kabupaten Bangka dalam mencegah stunting di Provinsi Bangka Belitung ini.

"seperti yang kita ketahui stunting merupakan kondisi anak yang gagal tumbuh dibanding rentang usia yang sama, hal ini disebabkan kekurangan gizi kronis selama anak masih di dalam kandungan hingga usia dua tahun" jelasnya. 

Fatah juga menjelaskan dampak stunting diantaranya mempengaruhi tingkat kecerdasan, rentan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas hingga dampak lebih jaunya menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan sosial. 

"hasil pemantauan status gizi (PSG) Dinkes Provinsi Babel angka prevalensi stunting cenderung meningkat sebesar 27,3 % pada 2017, dan hasil riskesdas Kemenkes RI tahun 2013 prevalensi stunting di Provinsi Babel tertinggi di Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka" tambahnya. 

Dijelaskan Fatah Pemprov Babel sudah melaksanakan berbagai upaya terkait pencegahan stunting salah satunya dengan terbitnya SK Gubernur Babel Nomor:188.44/394.M/BAPPEDA-V/2018 tanggal 30 April 2018 tentang tim teknis penurunan stunting di Bangka Belitung serta adanya MOU antara Gubernur dengan Bupati/Walikota se Bangka Belitung  tanggal 7-8 Agustus 2018 dengan menyepakati dua hal yaitu pertama intervensi gizi spesifik khusus bidang kesehatan ditujukan kepada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan anak 0-6 bulan serta ibu menyusui dan anak usia 7-23 bulan; yang kedua intervensi gizi melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan dengan sasaran masyarakat secara umum sesuai kewenangan desa/kelurahan dan harus dijadikan kampung KB, menyiapkan rumah data dan mengupdate data. 

"saya harap dengan kegiatan seperti ini bisa meningkatkan sinergi kita untuk mengupayakan pencegahan stunting ini" harap Fatah. 

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Bidang PPKB
Editor: 
Kabid PPKB
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB