Berita

CEGAH STUNTING, FASLI DJALAL BILANG INI LANGKAHNYA

SUNGAILIAT-- Untuk menghasilkan keluarga dan generasi yang berkualitas, harus direncanakan dengan baik mulai dari masa remaja putri.  Demikian diungkapkan oleh Fasli Djalal saat menjadi narasumber pada acara Gerakan Pengasuhan Menjadi Orangtua Hebat dalam Rangka Pencegahan Stunting di Kabupaten Bangka Jumat (15/3/2019) di Desa Penagan Sungailiat. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah dan Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti.  

Dikatakan Fasli masa remaja putri sangat rentan kekurangan nutrisi dan mineral salah salah satunya kekurangan zat besi saat remaja putri telah mengalami menstruasi. Menurutnya hal ini bisa diatasi dengan memperhatikan asupan gizi dan bisa ditunjang dengan asupan suplemen zat besi. 

"salah satu Kebiasaan yang sering dilakukan oleh remaja putri yaitu diet,  diet ini membatasi makanan yang dikonsumsi sehingga bisa menimbulkan masalah kekurangan energi kronik (KEK) "ujarnya.  

Hal yang tak kalah penting dalam pencegahan stunting yang diungkapkan oleh Fasli yaitu usia ibu saat mengandung harus diatas usia 20 tahun,  karena usia ini organ reproduksi dan rahim sudah matang dan siap untuk mengandung bayi.  Jika kehamilan terjadi pada ibu usia muda maka kehamilan tersebut cenderung beresiko seperti terjadinya BBLR(Berat Bayi Lahir Rendah) akibat nutrisi yang seharusnya untuk anak dalam kandungan terbagi dua untuk si bayi dan untuk si ibu yg masih usia pertumbuhan.

"untuk generasi yang telah dilahirkan, dapat menjadi generasi yang berkualitas apabila si ibu sejak masa remaja tercukupi nutrisi dan gizinya,  hal inilah yang bisa mencegah stunting sejak dini" jelasnya.  

Intinya pengasuhan anak yang baik itu dimulai sejak anak di dalam kandungan ibu hingga 1000 hari pertama kelahirannya sehingga terbentuk penginderaan dan motorik yang baik, cukupi zat gizi yang dibutuhkan anak saat masa tumbuh kembangnya. 

Diutarakan Fasli ada empat faktor yang menghambat beberapa hal diatas yaitu faktor ekonomi,  faktor kurangnya pengetahuan orang tua tentang pemenuhan gizi,  faktor parasit atau cacong yang menghambat penyerapan nutrisi di usus anak,  serta faktor anak yang sering demam juga bisa menjadi salah satu faktor penghambat. 

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Lusi
Editor: 
Kabid PPKB
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB