Berita

BUKA SARASEHAN NASIONAL PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN, SEKJEN KEMENDAGRI BERI APRESIASI KEPADA MELATI ERZALDI

PANGKALAN BARU-- Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Melati Erzaldi yang menggagas kegiatan Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan ini.

Hal ini diungkapkan oleh Hadi Prabowo Sekjen Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri)saat mewakili Menteri Dalam Negeri memberikan sambutan sekaligus menjadi keynote speaker dan membuka acara Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di Ballroom Gale-Gale Pangkalan Baru Jumat (13/9/2019).

Sarasehan ini awalnya gagasan Ketua TP PKK Provinsi Bangka Belitung Melati Erzaldi yang disampaikan kepada Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan terwujud atas kerjasama BKKBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan diikuti oleh Sekda dan Kepala Bappeda serta Kepala BKKBN dari 34 Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia dan menghadirkan pembicara Sekretaris Jenderal Kemendagri Hari Prabowo, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Peneliti Senior R Siti Zuhro dan Gubernur Erzaldi Rosman dan dimoderatori oleh pakar komunikasi Effendi Gazali.

"Pertemuan ini adalah pengejawantahan dari asal kita yaitu sarasehan yang dilakukan dalam rangka besinergi dalam harmoni, mensinkronkan langkah dalam pembangunan berwawasan kependudukan", tuturnya.

Hadi juga menjelaskan bahwa pembangunan manusia adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti menuju keadaan Indonesia yang lebih baik dimana didalam pidato kenegaraan (16/8/2019) bapak Presiden menyampaikan antara 2020-2024 kita berada pada puncak bonus demografi.

 "Jika kita lebih fokus pada pengembangan kualitas SDM dan menggunakan cara baru maka saya yakin bonus demografi akan menjadi bonus lompatan kemajuan bangsa ini. secara langsung Presiden menekankan SDM unggul merupakan persyaratan transformasi bonus demografi menjadi bonus lompatankemajuan Indonesia dengan cara-cara baru", tambah Hadi.  

Hadi menekankan perlunya mempertimbangkan kebijakan-kebijakan yang dapat mengoptimalkan perubahan-perubahan struktur tersebut baik dari sisi permasalahan kualitas penduduk,kuantitas penduduk dan juga administrasi kependudukan, persebaran penduduk maupun pembangunan keluarga.

"Kita juga harus mempertahankan tahapan pembangunan dan arah kebijakan RPJMN 2020-2024 guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan diberbagai bidang yang menekankan terbangunnya struktur ekonomi yang kokoh berlandaskan pada keunggulan komoditi diberbagai wilayah serta didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing", terangnya.

Indikator makro ekonomi  tidak pernah melihat pada pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga, untuk itu Hadi berharap dengan dilakukannya sarasehan Ini dengan adanya Menteri Bappenas ini bisa dimasukkan kedalam indikator-indikator sehingga demikian kita akan mengetahui posisi jumlah penduduk yang kita harapkan target di tahun 2045 nanti dan juga bagaimana membina keluarga yang lebih baik lagi.

"Saya harap melalui acara ini pada urusan pengendalian penduduk keluarga berencana tidak hanya ditangani oleh BKKBN namun juga banyak Kementerian terkait seperti Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Tenaga Kerja& Transmigrasi dan juga Bappenas", harapnya.

Hadi menyarankan agar BKKBN membuat grand desain terkait dengan pengendalian penduduk untuk berapa tahun kemudian dibuat peta jalan/roadmap dan dari inilah nanti dikerjasamakan dengan Kemendagri, Kemendagri akan memberikan ijin kepada daerah setiap tahunnya harus disediakan alokasi anggaran untuk pengendalian penduduk dan juga tentunya untuk pembangunan keluarga.

Pada saat wawancara, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menegaskan bahwa keluarga merupakan suatu kekuatan yang sangat mendasar, keluarga yang kuat maka negara kita akan kuat.

"Dasar pembangunan kita adalah keluarga, tanpa keluarga kita tidak berarti apa-apa dan inilah yang menjadikan sarasehan ini begitu penting untuk membangun Indonesia secara keseluruhan, dari keluarga lah kita menjadi sukses, menjadi hebat", jelas Erzaldi.

Gubernur Erzaldi berharap dengan sarasehan ini akan membuahkan pikiran-pikiran yang luar biasa bagi pembangunan dan semoga pembangunan kita selalu berdasarkan keluarga.

"Semoga acara ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan untuk memajukan negara kita hebat dan luar biasa" tutupnya.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia ayu
Fotografer: 
Aisyah Putri, M. Fadholly
Editor: 
Kabid PPKB
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB