Berita

2.115 Lembaga Sudah Memanfaatkan Data Kependudukan guna Verifikasi dan Validasi Data

PANGKALPINANG - Era pelayanan Dukcapil dimulai tahun 2009–2011. Jumlah penduduk dihitung secara benar, dan ini dimulainya NIK secara nasional (16 digit). Pelayanan data kependudukan di record secara digital melalui biometric, sidik jari dan iris mata.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Dukcapil Kemenndagri Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrullah, SH, MH, saat Zoom Meeting, Membangun Kemampuan Birokrasi Menuju Transpormasi Digital, Rabu (25/8/2020). 

"Terciptanya database kependudukan yang akurat, dimana penduduk tidak bisa membuat KTP-el lebih dari satu," jelasnya.

Lebih jauh ia menambahkan, terciptanya database kependudukan akurat, dimulainya memanfaatkan data kependudukan, dengan dikeluarkannya Permendagri Nomor 61 Tahun 2015 tentang Persyaratan, Ruang Lingkup dan Tata Cara Pemberian Hak Akses serta Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan.

Dimulainya sharing data kependudukan, jelasnya, dengan sepuluh lembaga dalam rangka validasi dan verifikasi data pertama. Tahun 2020 ini sudah 2.115 lembaga memanfaatkan data kependudukan guna verifikasi dan validasi data kependudukan.

Data kependudukan lama yang diragukan kebenarannya, dicocokan dengan data penduduk Indonesia yang berbasis SIN (Single Identity Number). Selanjutnya, dilakukan revolusi pelayanan dan dilaunching “Dukcapil GO DIGITAL”. Hal ini membuat lebih sedikit menggunakan kertas, mulai menggunakan dokumen tanda tangan pejabat Dukcapil secara digital.

Tanda tangan pejabat yang menanda tangani dokumen kependudukan mulai menggunakan TTE (Tanda Tangan Elektronik). Dimanapun dan kapanpun, yang penting ada jaringan dapat dilakukan, sehingga layanan kepada masyarakat  tidak terhambat. 

Dokumen yang ditanda tangani secara digital dikirim ke email pemohon dan dapat dicetak sendiri dengan bentuk pdf, dengan sebutan “Program Layanan Mandiri Dukcapil”. Memindahkan kantor dukcapil ke dalam alat yang disebut ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri), konsepnya seperti ATM.

Menggunakan alat ini bisa dicetak seluruh dokumen kependudukan. ADM bisa mencetak dokumen kependudukan secara 24 jam penuh, agar pelayanan kepada masyarakat membahagiakan, tidak berbelit belit dan bisa melakukan secara cepat.

"Kalau dokumennya valid akan ada warna hijau, kalau tidak sesuai lagi akan ada tulisan “Dokumen Tidak Aktif”. Sedangkan kalau palsu ada silang merah, dan semua ini bisa dibaca menggunakan aplikasi QR Code Reader di HP," jelasnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
DP3ACSKB Babel
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB